Logo

Dugaan Pemerasan, Oknum Wartawan di Mojokerto Terjaring OTT Polisi

Reporter:,Editor:

Minggu, 15 March 2026 04:00 UTC

Dugaan Pemerasan, Oknum Wartawan di Mojokerto Terjaring OTT Polisi

Petugas Satreskrim Polres Mojokerto saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap MAA, oknum wartawan yang diduga memeras seorang perempuan. Foto: Hasan

JATIMNET.COM, Mojokerto – Seorang pria yang merupakan oknum wartawan ditahan polisi karena dugaan pemerasan. Korbannya adalah seorang perempuan di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Oknum wartawan berinisial MAA, 42 tahun, warga Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Hingga kini belum diketahui nama perusahaan tempat MMA bekerja.

Kasus ini terungkap setelah tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto menerima laporan masyarakat terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pelaku.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Whirdan membenarkan adanya OTT terhadap MAA. “Jadi tadi malam, tim Resmob mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan pemerasan,” katanya, Minggu 15 Maret 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan memantau pergerakan terduga pelaku hingga menuju lokasi yang dimaksud.

“Jadi, setelah informasi diterima, kami langsung mengikuti ke lokasi. Kemudian, kami lakukan tangkap tangan,” tambahnya.

Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp3 juta yang diduga merupakan hasil dari tindakan pemerasan. Seorang  terduga pelaku telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Meski demikian, Aldhino menyebut pihaknya masih mendalami motif di balik dugaan pemerasan tersebut. Polisi juga masih memastikan profesi pelaku yang disebut-sebut sebagai wartawan.

“Untuk profesi kami akan mendalami dulu. Terkait yang bersangkutan, setidaknya barang bukti uang sudah kita amankan,” pungkasnya.

Saat ini, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Mojokerto untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap motif kejadian serta kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut.