Yachter Dunia Ramaikan Sabang Marine Festival

David Priyasidharta

Sabtu, 27 April 2019 - 08:53

JATIMNET.COM, Jakarta - Puluhan yachter dunia bakal memeriahkan Sabang Marine Festival (SMF) 2019 yang berlangsung di Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh, 26 - 30 April 2019

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan hingga saat ini, tercatat 10 yachter sudah tiba di Sabang dan 20 yachter lainnya menuju Sabang dari Langkawi.

"Ini langkah strategis menjadikan Sabang sebagai destinasi bahari dunia. Karena SMF 2019 menjadi ajang mempertemukan klub yach, baik dari dalam maupun luar negeri, sekaligus mempromosikan pariwisata Aceh," ucap Nova dalam laman Kementerian Pariwisata, Jumat 26 April 2019.

Para yachter yang mengikuti SMF 2019 berasal dari Prancis, Amerika, Australia, Thailand, dan Singapura. Kebanyakan dari mereka merupakan peserta dari SMF tahun-tahun sebelumnya.

Ini membuktikan jika event tahunan internasional yang telah dilaksanakan sejak 2016 itu sangat prestisius. Selain itu juga membuktikan jika destinasi bahari Sabang dapat menjadi magnet tersendiri bagi pencinta bahari.

BACA JUGA: Menapak Puncak Tambora, Menikmati Kaldera

Untuk itu berbagai kegiatan pun akan digelar Sabang untuk memanjakan para yachter. Rangkaiannya pun dijamin lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi tahun ini, SMF 2019 tak hanya menunjukkan panorama alam serta keindahan bahari Sabang. Bahkan lebih dari itu para yachter ini akan dibawa untuk mengenal dan berinteraksi langsung dengan ragam budaya lokal.

"Para turis, yang juga yachter, ini akan menjelajah beberapa desa wisata seperti Desa Jaboi, Aneuk Laot, juga Desa Krueng Raya. Selain itu, mereka akan diajak ke Banda Aceh untuk melihat berbagai situs tsunami," terang Nova.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin memaparkan berbagai rangkaian acara yang akan digelar untuk menyambut para yachter. Rangkaian acaranya pun dipastikan akan melibatkan segala potensi masyarakat di destinasi yang dilaluinya.

BACA JUGA: The Canopi Bintan, Mencecap Konsep Nomadic Tourism Kepulauan Riau

Misalnya, di Desa Jaboi para turis akan melihat langsung cara membuat ikan kayu, membuat kopra dengan mengukur kelapa, hingga mengikuti pertandingan rakyat.

Di Desa Aneuk Laot, mereka akan disuguhkan cara membuat kue tradisional dan atraksi budaya. Sedangkan di Desa Krueng Raya, akan diperlihatkan proses pembuatan ikan asin serta dijadwalkan makan siang bersama masyarakat. Semuanya dikemas sebagai kolaborasi halal tourism di Banda Aceh dan bahari tourism.

“Turis akan turun dari yacht dan bersepeda city tour. Kami akan sambut dengan tarian dan ajak ke destinasi wisata seputar Banda Aceh dan Aceh Besar, wisata kuliner khas Aceh, baru sorenya kembali ke Sabang,” kata Jamaluddin.

Ia optimistis SMF 2019 akan membawa kesan positif untuk memacu peningkatan kunjungan wisman ke Sabang melalui para yachter dan cruise. Harapannya, agar Sabang terus menjadi wilayah yang disinggahi kapal cruise/yacht selain Phuket dan Langkawi yang letaknya juga berdekatan dengan Sabang.

BACA JUGA: Tawale, Surga Tersembunyi di Maluku Utara

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani pun ikut angkat suara. Rizki memaparkan jika destinasi wisata bahari di Sabang semakin menggeliat setelah kegiatan Sail Sabang tahun 2017.

Hingga kini sudah ratusan yach mengunjungi Sabang dan terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan kapal pesiar pun telah banyak yang singgah secara rutin di Sabang.

"SMF 2019 membuktikan kesiapan Aceh menjual pariwisata, terutama wisata baharinya. Dengan itu diharapkan semakin berpengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat dari sektor kepariwisataan. Modalnya sudah kuat, tinggal terus dipoles sehingga makin keren lagi," papar Rizki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga optimis jika SMF makin mendongkrak wisata bahari Sabang. Apalagi pintu sudah dibuka oleh Kemenpar dengan berbagai regulasi yang memudahkan masuknya wisman dari jalur bahari. Belum lagi berbagai kerjasama yang dilakukan untuk memudahkan wisman masuk.

"Selain itu potensi wisata bahari Sabang memang kelas dunia dan menjadi incaran wisatawan. Sabang bahkan sudah menjadi langganan tampil di top 5 destinasi selam terbaik di Asia Pasifik, dan dunia. Belum lagi kekayaan budayanya membuatnya semakin lengkap. Dan semua didukung dengan komitmen Aceh dalam mendorong sektor pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Baca Juga

loading...