Kamis, 02 April 2026 10:15 UTC

Pemkab Gresik berjanji akan mengalokasikan hasil penghematan anggaran untuk program yang menyentuh langsung dengan masyarakat. Foto: Diskominfo Gresik
JATIMNET.COM, Gresik – Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gresik tidak hanya bertujuan mengubah pola kerja, tetapi juga menekan beban anggaran daerah secara signifikan.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menargetkan efisiensi biaya operasional hingga 50 persen dalam dua bulan ke depan melalui kebijakan tersebut.
"Dalam dua bulan kedepan setidaknya ada penghematan biaya operasional 50 persen yang nantinya akan kita bahas bersama sama dengan DPRD. Pada PAPBD kita kembalikan untuk masyarakat yang terdampak, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun pasar murah," tandasnya, Kamis, 2 April 2026.
Menurutnya, efisiensi ini menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan fiskal daerah di tengah tekanan global, termasuk lonjakan harga energi.
Pemerintah daerah berencana mengalihkan hasil penghematan tersebut untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti bantuan sosial dan penyelenggaraan pasar murah.
Selain WFH, Pemkab Gresik juga mendorong kebijakan hemat energi lainnya, termasuk penggunaan sepeda bagi ASN untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap efisiensi APBD sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
Sementara itu, kebijakan WFH ASN di Gresik akan diterapkan setiap Jumat dengan pengecualian pada sektor pelayanan publik yang tetap harus berjalan normal.
