Rabu, 20 May 2026 10:21 UTC

Aksi solidaritas dan doa bersama dari para pengemudi ojek online (Ojol) pada Rabu, 13 Mei 2026 lalu, untuk mengenang dan mendoakan rekannya. Foto: Dok/ Zidni Ilman
JATIMNET.COM, Tuban — Duka kembali menyelimuti keluarga Moch. Iqbal Firmansyah, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia akibat kecelakaan di depan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Letda Sucipto, Kabupaten Tuban.
Di tengah suasana kehilangan yang belum reda, ayah almarhum juga dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 00.20 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ayah almarhum sebelumnya telah lama mengalami penurunan kondisi kesehatan dan rutin menjalani pengobatan. Kepergian putranya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga disebut turut memengaruhi kondisi kesehatannya.
Moch. Iqbal Firmansyah diketahui meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan Jalan Letda Sucipto, Tuban.
Kasus tersebut sempat menjadi perhatian publik karena lokasi kecelakaan berada di depan proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Insiden itu diduga berkaitan dengan adanya gundukan aspal bekas pekerjaan pemasangan pipa PDAM di sekitar proyek yang disebut minim rambu keselamatan.
BACA: Kecelakaan Maut di Depan Proyek SR Tuban, Polisi Periksa PDAM dan PT Waskita Karya
Hingga kini, penanganan perkara kecelakaan tersebut masih menjadi sorotan komunitas pengemudi ojol di Kabupaten Tuban. Mereka berharap proses penyelidikan berjalan secara terbuka dan profesional serta mampu mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu.
Ketua Koalisi Komunitas Ojol Tuban (KKOT), Hendra, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ayah almarhum Moch. Iqbal Firmansyah.
“Kami turut berduka cita. Semoga ayah almarhum ditempatkan di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.
Hendra menegaskan komunitas ojol masih menaruh perhatian besar terhadap proses hukum kasus kecelakaan yang menewaskan driver ojol tersebut.
BACA: Proyek Sekolah Rakyat Tuban Picu Keluhan Warga, 13 Rumah Dilaporkan Retak
Menurutnya, hingga saat ini para pengemudi ojol masih menunggu perkembangan penanganan perkara dan berharap seluruh proses dilakukan secara transparan agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami berharap almarhum segera mendapatkan keadilan. Sampai hari ini prosesnya masih menjadi perhatian kawan-kawan ojol. Kami berharap semuanya bisa dibuka secara transparan dan ada kepastian terkait pertanggungjawaban dalam perkara ini,” pungkasnya.
Rangkaian musibah yang menimpa keluarga almarhum memantik simpati masyarakat. Di tengah duka yang belum usai, publik masih menanti kepastian hasil penyelidikan atas kecelakaan yang merenggut nyawa pengemudi ojol tersebut.
