Selasa, 17 June 2025 06:00 UTC

Gedung SMPN 1 Tuban di Jalan RM. Suryo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Foto: Zidni Ilman
JATIMNET.COM, Tuban – Dugaan ketidaktransparanan dana kegiatan study tour mencuat di SMP Negeri 1 Tuban setelah orang tua siswa kelas VIII mempertanyakan pemotongan pengembalian biaya yang tidak disertai rincian jelas.
Kegiatan tur ke Bali yang direncanakan sejak Februari 2025 dibatalkan, namun pengembalian dana kepada siswa dilakukan dengan potongan sebesar Rp148 ribu per orang.
Hal ini bermula dari hasil rapat koordinasi antara panitia study tour, Komite Sekolah, dan perwakilan Paguyuban Kelas VIII yang digelar Sabtu, 7 Juni 2025.
Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa kegiatan study tour batal karena alasan teknis yang tidak dijelaskan. Dana kegiatan dikembalikan kepada 169 siswa yang telah mendaftar dan melunasi pembayaran, namun tak utuh.
Pihak sekolah berdalih, pemotongan dilakukan untuk menutup biaya uang muka atau down payment (DP) hotel, sewa bus, dan konsumsi yang diklaim bersifat tidak bisa dikembalikan.
Totalnya, jika dikalkulasi mencapai Rp25 juta dibagi rata kepada seluruh siswa peserta masing-masing dipotong Rp148 ribu. Namun, hal itu menuai pertanyaan dari para wali murid.
BACA: Dewan Pendidikan Jatim: Outing Class Perlu Pengawasan dan Melibatkan Tenaga Profesional
“Kami sudah minta perincian biaya, tapi pihak sekolah tidak bisa menjawab secara jelas dan transparan,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan identitasnya dan hadir dalam rapat tersebut, Selasa, 17 Juni 2025.
Kecurigaan pun mengemuka. Para wali murid menduga adanya upaya mengambil keuntungan dari pembatalan kegiatan.
Apalagi, berdasarkan penelusuran mereka terhadap penyedia layanan travel, biaya pembatalan semestinya tidak mencapai Rp25 juta, namun hanya sekitar Rp 5 juta.
“Bahkan dibanding sekolah lain, potongannya jauh lebih kecil. SMPN 7 hanya potong kaos, SMPN 6 potong Rp20 ribu,” katanya.
Kegiatan study tour sendiri sebelumnya dirancang untuk 169 siswa dengan biaya Rp1.567.000. Lalu ditambah untuk pembuatan kaos study tour sebanyak Rp115 ribu untuk putra, Rp120 untuk putri.
Sehingga, totalnya masing-masing Rp1.682.000 (putra) dan Rp1.687.000 (putri). Uang tersebut telah dilunasi oleh seluruh siswa sejak Februari 2025.
BACA: 3 Siswa SMPN 7 Mojokerto Tewas Tenggelam di Pantai Drini, Pemkot Mojokerto Kirim Tim ke Gunungkidul
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Tuban Abdul Rahmat mengemukakan bahwa progam study tour itu tidak berada di bawah naungannya secara langsung. Sehingga secara pasti terkait detail lainnya, ia tidak mengetahuinya.
Selain itu, menurut Rahmat, pemotongan dana study tour itu kemungkinan ada miskomunikasi. Sebab dari info yang didapatnya, saat wali murid dikumpulkan, pihak sekolah juga menghadirkan biro perjalanan untuk dijelaskan terkait uang DP tersebut.
"Nanti kami minta pihak sekolah untuk menjelaskan lagi ke wali murid (terkait pemotongan itu,) supaya jelas. Kalau penggelapan, saya pikir kok tidak. Soalnya yang menjelaskan dari pihak biro perjalanan. Mungkin wali murid tidak hadir atau tidak paham. Semua persoalan itu saya serahkan ke sekolah dan komite," katanya
Sampai Selasa siang, Kepala SMPN 1 Tuban Umi Rindiyah belum bisa dikonfirmasi. Jatimnet berusaha mengonfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan telepon, namun belum direspons.
