Volume Arus Mudik 2019 Diprediksi Meningkat 15 Persen

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Minggu, 12 Mei 2019 - 17:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Kepolisian memprediksi volume kendaraan yang melintas di jalan arteri dan jalan tol meningkat 15 persen dibanding mudik lebaran 2018.

Data dari Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Benyamin menyebut setidaknya 30-40 persen kendaraan dari Jakarta bergerak ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Jawa Timur harus waspada terhadap efek ini, karena ada euforia masyarakat ingin coba (tol) Transjawa. Harus siap Jawa Timur," ujar Benyamin usai rakor angkutan lebaran 2019, bidang lalu lintas di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu 12 Mei 2019.

BACA JUGA: Presiden Joko WIdodo Resmikan Tol Pandaan-Malang Besok

Data dari Ditlantas Polda Jawa Timur, jumlah kendaraan yang masuk selama 2017 sebanyak 2.271.584 unit. Meningkat pada 2018 menjadi 2.962.403 kendaraan yang masuk.

Sementara kendaraan yang keluar dari Jatim jumlahnya naik cukup sangat signifikan. Pada tahun 2017 tercatat 2.572.120 unit, bertambah tahun 2018 sebanyak 3.463.381 unit kendaraan.

"Berapa titik di tol Transjawa, utamanya di kami arah Jakarta ini yang perlu diwaspadai Tol Cikampek. Kalau Jawa Tengah sekitar Tol Kalikangkung. Jawa Timur di pintu Tol Warugunung," urainya.

BACA JUGA: Underpass Karanglo Bisa Digunakan Akhir Mei Ini

Pintu tol Warugunung, Sidoarjo memang menjadi perhatian pihak kepolisian, mengingat sering kali memang penumpukan kendaraan masuk ke tol tersebut.

Selain itu, exit tol Bandar Kedungmulyo Nganjuk, dan juga pintu Tol Karanglo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Keduanya diproyeksikan ada antrean panjang karena berada di pertigaan.

"Nanti antisipasinya tambahan fungsional Pakisaji, peraturan Satlantas Malang jalur Blimbing sampai Karanglo. Walaupun ada underpass, sehari-hari kemacetan lalu lintas ada. Ini kami evaluasi sekarang," tuturnya.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Tunggu Peresmian untuk Operasikan Tol Pandaan-Malang

Sementara untuk jalur arteri yang menjadi perhatian potensi wilayah macet, data Dirlantas Polda Jawa Timur setidaknya ada sembilan titik di lintas utara, 15 titik di lintas tengah, sembilan titik di lintas selatan, lima titik di kawasan tapal kuda, dan empat titik di kawasan Madura.

Titik-titik macet yang seringkali dijumpai seperti kawasan Pasar Bagor Nganjuk, Simpang Mengkreng, perlintasan bidang rel Kaligunting Caruban, simpang Karanglo Kabupaten Malang, kawasan Taman Dayu, dan Pasar Lawang.

Ditlantas Polda Jawa Timur, lanjut Benyamin sudah siap melakukan upaya untuk mengatasi permasalah pada saat arus mudik dan balik lebaran. Rekayasa lalu lintas hingga buka tutup jalan menjadi satu arah telah disiapkan.

BACA JUGA: Layani Arus Mudik Lebaran, Tol Paspro Siapkan Rest Area

"Kami juga siap lakukan one way system, kami sarankan pengelola tol penambahan gerbang tol, mobile rider, dan petugas tol," kata Benyamin.

Dia mengaku telah melakukan koordinasi dengan dinas perhubungan maupun kesehatan untuk kesiapan puncak arus mudik. Mulai dari audit, ram check angkutan, cek kesehatan bagi pengemudi, cek urine bersama, dan cek kesiapan rest area di tol.

Diprediksi, lanjut Benyamin, sejak 29 Mei 2019 sudah terjadi pergerakan arus mudik. Namun, volumennya masih sedikit.

Puncaknya diperkirakan mulai 31 Mei. "Mulai 30 Mei sampai H-2 lebaran pasti tinggi arus mudik. Prediksi puncaknya 31 Mei, 1 Juni dan 2 Juni," katanya.

Baca Juga

loading...