
Reporter
DiniKamis, 29 Oktober 2020 - 23:00
Editor
Ishomuddin
VIRAL. Tangkapan layar video perkelahian sejumlah remaja putri yang viral dan diselidiki Polres Mojokerto. Sumber: media sosial.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Polres Mojokerto mengamankan tiga remaja pengguna media sosial yang mengunggah dan menyebarkan video perkelahian sejumlah remaja putri.
Mereka diamankan karena dianggap menyebarkan video berisi informasi yang belum tentu benar lokasi kejadiannya. Mereka diduga melakukan disinformasi atau menyebarkan informasi berupa lokasi kejdian yang belum tentu benar. Pengunggah mengambil video dari sumber lain tanpa mengecek kebenaran lokasi kejadian di video tersebut.
Video berdurasi 14 detik itu bertuliskan keterangan lokasi "Bangsal Mojokerto" atau Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Video ini pun viral dan tersebar di media sosial termasuk YouTube dan grup-grup WhatsApp.
Video tersebut berisi rekaman sejumlah remaja putri yang berkelahi di sebuah jalan cor di tengah areal persawahan. Polisi sempat menyelidiki kebenaran lokasi yang disebut dalam video yakni di Kecamatan Bangsal. Namun polisi tak menemukan lokasi tersebut di kecamatan yang dimaksud dalam video.
BACA JUGA: Beredar Video Perkelahian Sejumlah Remaja Putri, Diduga di Mojokerto
Polisi lalu melacak pengunggah pertama dan penyebar video tersebut. Polisi mengamankan tiga remaja yang mengunggah dan menyebarkannya melalui Instagram hingga Facebook dan YouTube.
Tiga remaja yang diamankan itu saling kenal. Salah satunya adalah Mukhammad Soni Dharmawan, 20 tahun, warga Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Soni alias Dharma adalah pemilik akun YouTube @simakinfo dan Facebook @DharmaOvicial yang ikut menyebarkan video tersebut di Facebook dan YouTube.
Sedangkan dua remaja lainnya yang diamankan antara lain Dina Fransiska, 19 tahun, warga Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, dan Galuh Fernanda, 21 tahun, warga asal Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Dina adalah orang yang pertama kali mengunggah video tersebut ke Instagram Story (InstaStory) miliknya. Lalu didownload oleh Galuh untuk dipasang ke InstaStory miliknya.
"Dari sinilah pemilik akun Facebook @dharmaovicial meminta video tersebut dari saudara Galih untuk diupload ke akun YouTube @simakinfo dengan maksud ingin menaikkan follower dan jumlah subscriber-nya," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Kamis, 29 Oktober 2020.
BACA JUGA: Dindik Jatim Cabang Mojokerto Intruksikan Sekolah Pengecekan Tawuran di Mojokerto
Soni alias Dharma lalu membagikan video yang sudah diupload ke akun YouTube miliknya ke akun Facebook pribadinya @Dharmaovicial dengan menambahkan keterangan yang mengada-ada.
"Dia lalu mengshare ke link Facebooknya dengan tambahan keterangan ‘Tawuran Antar Gen9 Cewek Di Bangsal Mojokerto Liar Seperti Binatang’. Padahal belum diketahui kebenaran lokasi video tersebut oleh saksi Dharma ini," kata Dony.
Dony mengatakan polisi melakukan penyelidikan setelah video tersebut meresahkan masyarakat. Hasil pemeriksaan sementara, ketiga remaja yang mengunggah dan menyalin video ini tidak mengetahui kebenaran dari keterangan tempat kejadian dalam video tersebut.
"Status mereka saat ini sebagai saksi. Dilakukannya pemeriksaan seperti ini untuk pencegahan agar tidak semakin beredar luas," katanya.
Menurutnya, dari penenulusuran yang dilakukan polisi, lokasi kejadian dalam mvideo tersebut diduga bukan di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
"Rekan-rekan di lapangan masih melakukan penyelidikan dimana sebenarnya ini terjadi. Namun, kami sudah bisa jawab di wilayah Bangsal tidak ada lokasi seperti ini dan bisa saja di wilayah kecamatan lain di luar Kabupaten Mojokerto," katanya.
BACA JUGA: LPAI Jatim: Tawuran Antar Geng Bentuk Pencarian Identitas
Sementara itu, Soni alias Dharma mengaku jika dirinya sengaja mengunggah video yang berisi konten kekerasan itu untuk menaikkan jumlah pelanggan atau subscriber akun YouTube miliknya dan kedua rekannya. "Niatnya hanya buat naikkan subscriber saja. Saya edit, terus saya unggah," katanya.
Ia tak mengetahui lokasi kejadian yang sebenarnya dan video yang disalin itu sudah tertulis keterangan lokasi Bangsal, Mojokerto. "Dapatnya dari grup WA sudah ada tulisan seperti itu. Lokasi ini dimana pastinya saya tidak tahu," ucapnya.
Ia dan kedua rekannya meminta maaf karena telah mengunggah dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar lokasi kejadiannya dan meresahkan masyarakat.
"Saya minta maaf kepada warga Indonesia, khususnya warga Bangsal Mojokerto karena telah menyebarkan video yang belum tahu penjelasannya. Saya dan teman-teman tidak akan mengulangi lagi," ujarnya sambil menunjukkan surat pernyataan permohonan maaf.