Botol PET bekas diubah menjadi botol baru

Veolia Indonesia Bangun Pabrik Daur Ulang Botol Terbesar

David Priyasidharta

Kamis, 21 Maret 2019 - 09:38

JATIMNET.COM, Pasuruan - PT. Veolia Services Indonesia (Veolia Indonesia) membangun pabrik daur ulang dan pemrosesan ulang botol PET (Polyethylene terephthalate) menjadi botol baru terbesar di Indonesia. Pabrik ini berlokasi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Untuk menandai dimulainya pembangunan pabrik daur ulang plastik, perusahaan menggelar Groundbreaking Ceremony pada Kamis 21 Maret 2019.

Acara peletakan batu pertama ini dihadiri perwakilan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gubernur Jawa Timur, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perangkat Daerah Kabupaten Pasuruan, Perwakilan Asosiasi Industri, Presiden Direktur Veolia Indonesia dan Presiden Direktur PT. Tirta Investama (Danone-AQUA).

BACA JUGA: Paus Mati Keracunan 40 Kilogram Plastik di Filipina

Dibangun di atas lahan seluas 22.000 m2 dengan luas bangunan sebesar 7.000 m2, pabrik ini ditarget bisa beroperasi pada 2020 mendatang. Setiap tahunnya, pabrik daur ulang plastik ini dapat memproduksi sebanyak 25.000 ton PET daur ulang, yang telah sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia.

Fasilitas ini akan menyerap 80 pekerja lokal. Pabrik menggunakan teknologi yang canggih. Mesin yang digunakan dapat memisahkan tutup dan label sekaligus dengan cepat.

Presiden Director Veolia Indonesia, Sven Beraud-Sudreau mengatakan, Veolia Indonesia berkomitmen mendukung agenda pemerintah dalam mengatasi permasalahan plastik.

"Oleh karena itu kami telah memutuskan untuk membangun Pabrik Daur Ulang Plastik PET di Indonesia," katanya.

BACA JUGA: Kota Malang Mulai Batasi Penggunaan Kantong Plastik

Untuk mengamankan bahan baku dalam operasinya, perusahaan akan bekerja dengan aktor pengumpulan sampah plastik di beberapa kota di Indonesia. "Dan diharapkan untuk mengembangkan model pengumpulan inklusif yang dapat memberdayakan sektor informal," katanya.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan iklim investasi yang baik, khususnya kebijakan pengelolaan sampah yang telah menjadi agenda mendesak pemerintah.

"Kami sangat membutuhkan partisipasi dari dunia usaha untuk memberi masukan dan pertimbangan dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang baik," katanya.

Menurut Farah, kolaborasi antara Veolia Indonesia dan Danone-AQUA diharapkan dapat memperkuat ekosistem daur ulang dan ekonomi sirkular di Indonesia sekaligus menjadi kisah sukses yang ke depannya dapat mengundang investasi serupa masuk ke tanah air.

BACA JUGA: Sampah Plastik di Arlindo Bahayakan Migrasi Mamalia Laut

Salah satu perusahaan yang akan menggunakan hasil daur ulang dari pabrik ini adalah Danone-AQUA dengan melanjutkan perjanjian antara dua belah pihak.

Tahun lalu, PT. Veolia Services Indonesia dan PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pembangunan fasilitas ini.  

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Gerakan #bijakberplastik mengumpulkan lebih banyak sampah plastik daripada yang dihasilkan Danone-AQUA pada tahun 2025.

Presiden Direktur PT. Tirta Investama (Danone-AQUA), Corine Tap, mengatakan sebagai merek yang lahir di Indonesia, AQUA telah membagi kebaikan selama lebih dari 46 tahun untuk masyarakat dan lingkungan. "Selain memberikan kesehatan melalui produknya, kami juga berkontribusi pada sosial dan lingkungan, termasuk untuk menciptakan Indonesia yang lebih bersih.  “ujar Corine.

BACA JUGA: Perlu Kebijakan Progresif Atasi Sampah Plastik di Laut

Danone-AQUA telah mempelopori daur ulang plastik di Indonesia melalui program PEDULI pada tahun 1993. Saat ini, 70 persen dari bisnis ini sudah sirkular dengan menggunakan kemasan galon 19 liter, yang dapat digunakan kembali dan didaur ulang.

Veolia merupakan perusahaan global yang berbasis di Perancis dengan pengalaman dan keahlian yang kuat dalam teknologi daur ulang plastik. Pengembangan pabrik daur ulang plastik baru ini akan membuat proses daur ulang menjadi lebih efisien dengan skala yang lebih besar untuk mengumpulkan, menyeleksi dan mengelola proses plastik.  

Didukung oleh Danone-AQUA, fasilitas ini merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem daur ulang dan ekonomi sirkular serta meningkatkan tingkat pengumpulan sampah plastik di Indonesia

 

Baca Juga

loading...