Sabtu, 28 March 2026 08:01 UTC

Kereta kelinci tergeletak di jalan wilayah Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto setelah mengalami kecelakaan, Sabtu, 28 Maret 2026. Foto: Jatimnet.com
JATIMNET.COM, Mojokerto – Tradisi unjung-unjung atau silaturahmi dalam yang berlangsung saat Lebaran di Kabupaten Mojokerto berujung duka, Sabtu pagi, 28 Maret 2026.
Seorang anggota rombongan unjung-unjung yang menumpang kereta kelinci meninggal dunia di jalan wilayah Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang. Korban adalah Sulimah, warga Desa Mlaten, Kecamatan Puri
Penyebab kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu karena kereta kelinci yang dikendarai Sariono, 53 tahun tak kuat menanjak. Kendaraan berpenumpang para ibu karyawan pabrik pembuat wadah telur beserta anak-anak itu akhirnya meluncur ke bawah tanpa kendali.
Kemudian, menabrak gapura hingga terguling. Lantas, berhenti setelah menghantam tiang listrik yang roboh. Benturan keras yang terjadi mengakibatkan Sulimah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selain itu, belasan anggota rombongan unjung-unjung mengalami luka-luka dan dievakuasi ke beberapa fasilitas kesehatan. Sebanyak 11 korban di antaranya, termasuk korban meninggal, dibawa ke RS Sumberglagah, Pacet.
Sementara 10 korban lainnya dirawat di Puskesmas Gondang, dan satu korban dirujuk ke RSUD Prof dr. Soekandar, Mojosari.
Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Yogie Pratama menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan, kereta kelinci diketahui melaju dari arah timur ke barat. “Diduga karena beban kendaraan terlalu berat sehingga tidak kuat menanjak,” jelasnya.
Ia menambahkan, kereta kelinci akhirnya meluncur ke bawah tanpa pengereman yang optimal. Korban meninggal dunia diduga terlempar dari kereta kelinci saat kejadian dan ditemukan di tepi sungai dekat lokasi.
Sementara itu, sopir sepur kelinci saat ini masih menjalani perawatan di RS Sumberglagah akibat luka yang diderita.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
