Senin, 11 May 2026 07:30 UTC

Suasana pemberian materi saat dilaksanakannya pelatihan Juleha dan pengelolaan daging qurban. Foto: MUI Kecamatan Bungah
JATIMNET.COM, Gresik – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, menggelar pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Al Istiqomah, Desa Sukorejo, Bungah, tersebut diikuti panitia kurban se-Kecamatan Bungah sebagai upaya meningkatkan pemahaman penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis penyembelihan yang benar, sekaligus memastikan proses ibadah kurban berjalan sesuai rukun dan syarat agama.
Ketua Umum MUI Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, menegaskan bahwa penyembelihan hewan kurban bukan sekadar aktivitas pemotongan biasa, melainkan ibadah yang harus memenuhi ketentuan syariat secara utuh.
BACA: Jelang Iduladha, Gubernur Khofifah Cek Kesiapan Hewan Kurban di Mojokerto
“Daging qurban yang dibagikan harus benar-benar halal, baik, bergizi, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.
Dalam sesi materi fikih kurban, Ustadz Rofiqul Amin menjelaskan bahwa kurban merupakan sunnah muakkad bagi umat Islam yang mampu, dengan waktu pelaksanaan sejak Hari Raya Idul Adha hingga akhir hari tasyrik.
"Qurban kolektif sapi untuk tujuh orang diperbolehkan dalam Islam," terangnya.
Praktik penyembelihan dalam kegiatan ini dipandu langsung oleh Tim Juleha Kabupaten Gresik, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan.
BACA: Jamin Daging Kurban Aman, DKP2P Tuban Latih 100 Juleha
Selain fokus pada penyembelihan halal, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya penanganan daging kurban yang sehat dan higienis.
dr. Riris dalam pelatihan tersebut mengingatkan panitia kurban agar menerapkan prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, guna mencegah kontaminasi daging.
Menurutnya, distribusi daging kurban harus memperhatikan standar kesehatan agar daging yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi serta memberikan manfaat optimal.
Melalui pelatihan terpadu ini, MUI Bungah berharap panitia kurban dapat menjalankan ibadah kurban secara syar’i, profesional, sekaligus menjaga kualitas kesehatan pangan masyarakat.
