Logo

Harga Gabah Menguat, Pertanian Jatim di Catat Tren Positif

Reporter:

Minggu, 10 May 2026 10:00 UTC

Harga Gabah Menguat, Pertanian Jatim di Catat Tren Positif

Gubernur Jawa Timur Khofifah Parawansa (tengah) bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto (dua dari kanan), Wabup Madiun, dan pejabat dari Kementerian Pertanian RI panen padi di Desa Gading, Balerejo, Madiun, Jumat, 8 Mei 2025 Foto: Nugroho

JATIMNET.COM, Madiun - Harga gabah kering panen (GKP) di Jawa Timur (Jatim) tetap mengalami tren positif. Dalam musim panen kali ini, rata-rata harga per kilogramnya mencapai Rp6.700.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jatim Heru Suseno mengatakan bahwa angka tersebut cukup jauh diambang batas harga yang ditetapkan pemerintah.

“Di atas HPP (harga pembelian pemerintah) sebesar Rp6.500 per kilogram,” katanya saat mengikuti kegiatan gerakan panen dan percepatan tanam bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di areal persawahan di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat, 8 Mei 2026.

BACA: Gubernur Jatim Sebut Beras Merupakan Produk Politik

Menurutnya, tren positif akan terus dipertahankan dan ditingkatkan. Tujuannya, menjaga persediaan gabah dan stabilitas harga yang dapat meningkatkan kesejahteraan para petani saat suplai gabah di pasaran memuncak.  

Oleh karena itu, Heru melanjutkan, Perum Bulog turut turun tangan dalam menyerap GKP dari petani.

Keterlibatan Perum Bulog merupakan intervensi dari pemerintah dalam menyerap hasil produksi petani secara optimal. “Ketika produksi tinggi, Bulog mengambil alih. Sehingga harga tetap stabil,” ujarnya.

BACA: Percepatan Tanam Padi di Jawa Timur, Pemprov Ungkap Strateginya

Selain di angka Rp6.700, harga GKP di sejumlah daerah di Jatim mencapai Rp7500 – Rp7700 per kilogram. Harga tersebut, salah satunya berlaku di wilayah Kabupaten Madiun.

Untuk menjaga tren positif HPP, Pemerintah Provinsi Jatim menjalankan percepatan tanam. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi merosotnya produksi gabah seiring dengan fenomena El Nino.

Seiring dengan fenomena tersebut, Pemerintah Provinsi Jatim tetap menargetkan luas tanam mencapai 2,43 juta hektar pada tahun 2026.