Minggu, 10 May 2026 12:30 UTC

Gubernu Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto saat melakukan penanaman benih padi secara simbolis di Desa Gading, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat, 8 Mei 2026. Foto: Kominfo
JATIMNET.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun berkomitmen mempertahankan produktivitas tanaman padi tahun ini. Apalagi, sejak 2024 – 2025, daerah tersebut masuk enam besar produsen beras di Jawa Timur (Jatim).
Dari luasan lahan sawah yang mencapai 32.418 hektare, rata-rata produksinya mencapai 480.264 gabah kering giling (GKG) per tahun. Dengan demikian, tingkat produktivitasnya berkisar antara 6,9 hingga 7,2 ton per hetare.
Selain itu, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram.
Oleh karena itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto mendukung program percepatan tanam yang diinstruksikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
BACA: Harga Gabah Menguat, Pertanian Jatim di Catat Tren Positif
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meminimalisasi merosotnya produksi gabah seiring berlangsungnya fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung pada musim kemarau tahun ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
“Insyaallah, kami siap menjalankan percepatan tanam. Maka, sistem pemupukannya juga menggunakan metode modern,” ujar Hari di selama gerakan pangan dan percepatan tanam yang berlangsung di areal persawahan Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat, 8 Mei 2026.
BACA: Percepatan Tanam Padi di Jawa Timur, Pemprov Ungkap Strateginya
Dengan penerapan pemupukan modern, lanjutnya, unsur hara di dalam tanah tetap bisa terjaga. Kemudian, mengurangi tingkat keasaman lahan lantaran pemanfaatan lahan pascapanen lebih cepat daripada kondisi normal.
Pascapanen tiga hari, dalam percepatan ini, lahan kembali digunakan menanam benih padi. Sementara, pada kondisi sebelumnya bisa hingga sepekan setelah panen.
“Maka, kecukupan vitamin di dalam tanah untuk tumbuhan akan cukup (dengan pemupukan modern),” ujar Hari.
