TN Alas Purwo Akan Kembangkan Wildlife Research Station

Ahmad Suudi

Reporter

Ahmad Suudi

Jumat, 30 November 2018 - 14:15

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Balai Taman Nasional (TN) Alas Purwo mengundang peneliti di bidang biologi untuk melihat potensi di wilayahnya untuk pengembangan wisata edukasi alam.

Para peneliti ini akan mengkaji potensi yang ada dalam sebuah workshop pengembangan wildlife research station (WRS) Taman Nasional (TN) Alas Purwo, di sebuah resort di Pantai Plengkung selama 3 hari.

Kepala Balai TN Alas Purwo Nuryadi mengatakan pihaknya akan mengembangkan pusat wisata edukasi alam di tepi savana Sadengan. Pihaknya mengumpulkan saran dari akademisi, NGO, hingga balai TN lain agar anggaran yang telah turun memberikan manfaat sesuai peruntukan dengan tetap mengedepankan peran konservasi.

BACA JUGA: RSU Dr. Soetomo, Satu-Satunya Rumah Sakit Daerah Terakreditasi Internasional

Dia mengatakan, fasilitas yang telah ada sekarang berada di penetasan penyu Pantai Ngagelan dan fasilitas wisata di Pantai Trianggulasi. Kemudian yang akan dibangun di Savana Sadengan berupa laboratorium, perpustakaan, pondok peneliti dan rumah pohon untuk menunjang penelitian dan wisata alam.

"Fasilitas baru diharapkan bisa mendorong peneliti muda untuk meneliti ekologi TN Alas Purwo, bisa juga (meneliti) budaya masyarakat sekitar, juga sosial dan ekonomi mereka," kata Nuryadi.

Dia juga menjelaskan meskipun terlihat sederhana, hasil penelitian bisa menunjukkan kondisi lingkungan TN Alas Purwo. Beberapa area juga belum banyak tersentuh peneliti seperti wilayah Sembulungan dan Jati Papak, juga burung yang singgah di Mangrove Bedul saat melakukan migrasi.

BACA JUGA: Lapas Madiun Gelar "Sinau Bareng" Cak Nun

"Di wilayah utara perlu kita dorong lagi seperti Jati Papak dan Sembulungan. Burung migran juga sudah terpotret, tapi karena keberadaannya tidak setiap saat sehingga belum diketahui populasinya," katanya.

Dr Risma Illa Maulany peneliti penyu dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengatakan pihak TN Alas Purwo harus menyiapkan secara rinci bila ingin menyelenggarakan wisata edukasi. Khususnya di Pantai Ngagelan yang telah ditelitinya berkali-kali dengan objek penyu abu-abu.

Pengelola sebaiknya menentukan paket wisata apa saja yang bisa disediakan, berikut persiapan perlengkapan dan sumber daya manusia (SDM) yang dikerahkan. Kebutuhan alat dan tugas SDM berbeda-beda antara paket melihat tukik dan pelepasliaran, melihat penetasan, atau aktivitas patroli mencari sarang telur penyu.

Selama ini setiap malam 2 orang petugas berpatroli membawa motor sendiri-sendiri mencari sarang penyu yang baru ditinggal induknya. Wisatawan yang mengikuti wisata edukasi jenis itu akan ikut petugas berpatroli mengendarai motor di atas pasir pantai sepanjang 18 kilometer.

"Kalau mereka membonceng wisatawan berarti cuma cukup 2 orang yang dibawa. Kalau wisatawan bawa motor sendiri-sendiri apakah aman, apa bisa di pantai begitu," katanya.

Selain itu saat harus melakukan evakuasi telur penyu, petugas harus membawa telur penyu dalam timba kembali ke penetasan semi alami yang mereka kelola. Belum lagi materi edukasi yang harus diberikan petugas kepada para wisatawan tentang penyu yang harus disiapkan sesuai paket-paketnya.

"Bagaimana mereka (wisatawan) datang, belajar dan merasa senang. Briefing apa yang boleh dan tidak boleh disampaikan, juga terkait safety. Paket harus didesain yang mampu dikelola balai," kata Risma.

Baca Juga

loading...