Logo

Empat Warga Purworejo Mojokerto Terserang DBD

Reporter:,Editor:

Rabu, 22 July 2026 01:00 UTC

Empat Warga Purworejo Mojokerto Terserang DBD

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto sedang melakukan pengasapan atau fogging di Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Selasa, 21 Juli 2026. Foto: Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Pencegahan terhadap Demam Berdarah Dengeu perlu terus ditingkatkan.

Sebab, penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti itu telah menyerang warga Dusun Mojodadi RT 11, RW 03, Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.  

Selama dua pekan terakhir, sedikitnya empat warga dilaporkan terjangkit DBD. Mereka terdiri dari dua orang orang dewasa, dan dua lainnya remaja.

Satu dari anak berusia 10 hingga 13 tahun itu dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Menyikapi tren DBD yang mulai menyerang, warga desa telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas. Hingga akhirnya, fogging atau pengasapan dilakukan di lingkungan permukiman yang terdampak, Selasa, 21 Juli 2026.

Salah satu warga Sarifin (50) mengatakan bahwa fogging diharapkan mampu meminimalisasi penyebaran DBD di lingkungan RT 11, RW 03, Dusun Mojodadi, Purworejo.

“Karena khawatir jumlahnya bertambah, kami berkoordinasi dengan puskesmas agar segera dilakukan fogging. Harapannya penyebaran nyamuk bisa ditekan dan tidak ada lagi warga yang terjangkit (DBD),” ujarnya.

Selain fogging, warga juga diimbau untuk terus menjalankan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus.

Gerakan itu meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Warga berharap upaya fogging yang dilakukan dapat menjadi langkah awal memutus rantai penyebaran DBD.

Warga juga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pencegahan agar kasus serupa tidak kembali meningkat.