Jumat, 30 October 2026 08:20 UTC

Salah satu rumah warga Desa Klitih, Plandaan, Jombang yang dibangun melalui Program TMMD ke-130. Foto: Istimewa/ Kodim 0814 Jombang
JATIMNET.COM, Jombang -Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, tidak hanya membuka akses jalan baru, tetapi juga memperbaiki rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni.
Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Tokol (73), seorang buruh tani yang selama puluhan tahun tinggal di rumah berdinding anyaman bambu dengan atap genting yang rusak di sejumlah bagian. Kondisi itu membuat rumahnya selalu bocor setiap kali musim hujan tiba.
Melalui program TMMD Kodim 0814 Jombang, personel TNI turun langsung membangun dinding rumah, memperbaiki atap, hingga mengecat bangunan agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
"Rumah ini dibangun tahun 1994, sudah bocor semua. Alhamdulillah sekarang dibangun oleh TNI," ujar Tokol, Jumat, 30 Oktober 2026.
Tokol mengaku bersyukur karena kini dirinya bersama sang istri dapat menempati rumah yang jauh lebih layak. Dinding bambu yang sebelumnya rapuh telah diganti dengan tembok permanen, sementara atap yang sempat bocor kini sudah diperbaiki.
"Rumah saya sudah dibangunkan Pak Tentara ini saya berterima kasih. Sebelumnya kan dindingnya dari bambu, sekarang sudah tembok. Saya bersyukur, terima kasih," katanya.
Komandan Kodim (Dandim) 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo menjelaskan, rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi salah satu sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Klitih.
Ia menyebutkan, prajurit TNI mengerjakan rehabilitasi 10 unit rumah serta membangun enam unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
"TMMD ke-130 ini kami melakukan rehabilitasi 10 unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), serta pembuatan 6 unit MCK," katanya.
Selain menyasar perbaikan hunian warga, TMMD juga membangun jalan beton sepanjang 1.338 meter di Dusun Cepit, Desa Klitih. Jalan dengan lebar tiga meter itu sebelumnya berupa jalur tanah berbatu yang melintasi medan terjal di kawasan hutan jati.
"Jalan selebar 3 meter ini sebelumnya berupa jalan tanah berbatu dengan medan terjal di tengah hutan jati," pungkasnya.
