Logo

Tips Sujiwo Tedjo Agar Daya Kreatifitas Kita Tumbuh

Reporter:

Kamis, 27 September 2018 01:56 UTC

Tips Sujiwo Tedjo Agar Daya Kreatifitas Kita Tumbuh

Sudjiwo Tedjo membagi tips agar generasi milenial bisa kreatif. Menurutnya ada tiga syarat yang diungkapkannya dalam seminar bertajuk "Be Creativepreuner with Creative People" di Universitas Wijaya Kusuma, Rabu 26 September 2018. Foto: Nani Mashita

JATIMNET.COM, Surabaya – Pertumbuhan ekonomi kreatif yang sangat pesat menuntut generasi muda kreatif pula. Namun tidak semua mampu menciptakan diri sebagai sosok kreatif.

Sudjiwo Tedjo membagi tips agar generasi milenial bisa kreatif. Menurutnya ada tiga syarat yang diungkapkannya dalam seminar bertajuk “Be Creativepreuner with Creative People” di Universitas Wijaya Kusuma, Rabu 26 September 2018.

Pertama, Presiden Jancukers ini, adalah kemampuan melihat esensi. Dia mencontohkan jeruk bila dilihat sebagai buah hanya akan jadi buah semata. Tapi jika memahami esensi jeruk maka bisa muncul aneka ide-ide kreatif.

“Jadi dengan memahami esensi kita bisa  berkreasi di bisnis ekonomi kesenian dan lainnya,” kata Sujiwo Tedjo.

Begitu pula ilmu pengetahuan yang dipetik mahasiswa di kampus harus jadi tangga untuk menuju esensi itu. “Saya sebut berilmu pengetahuanlah, tapi letakkan kepalamu di bawah telapak kakimu karena untuk mencapai esensi bukan dibutuhkan rasionalitas saja tetapi juga rasa,” paparnya.

“Kalau capung dilihat capung habislah kreativitas kita,” imbuhnya.

Syarat kedua ialah memiliki obsesi, agar mampu mengolah data di era informasi secepat ini. “Saat ini yang terjadi adalah tumpukan data karena kita tidak bisa mengolah banjir informasi seperti sekarang,” kata dia.

Yang ketiga adalah memilah pergaulan. Dimana kalau kita bergaul dengan orang yang punya kreativitas maka kita pun akan ikut tertular. Lantas bagaimana kalau tidak punya komunitas kreatif?

Sudjiwo mengatakan secara teori, berkumpul dengan orang kreatif akan tertular kreatif. Namun di tiap teori selalu ada anomali. Ia menyebut Teori Copernicus lahir di tengah lingkungan tidak kreatif, dimana matahari mengelilingi bumi.

Pada akhirnya teorinya lah yang kini diakui kebenarannya. “Jadi gak usah ngeluh, jangan ciut, Ojok ngersulo (Jangan mengeluh),” katanya.