Sabtu, 21 March 2026 23:00 UTC

Mudik gratis yang diadakan instansi pemerintah. Foto: Pemprov Jatim
JATIMNET.COM — Mudik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Tradisi tahunan ini menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga dan melepas rindu dengan orang-orang terdekat. Namun di balik euforia tersebut, perjalanan panjang yang ditempuh sering kali menguras stamina, terutama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
Karena itu, kondisi fisik yang prima menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mempersiapkan tubuh secara instan menjelang keberangkatan.
Dosen fisiologi olahraga Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. dr. Zaenal Muttaqien, AIFM, menegaskan bahwa kebugaran tubuh tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat.
“Persiapan mudik itu bukan seminggu atau dua minggu sebelumnya. Idealnya, sekitar enam bulan sebelum mudik tubuh mulai dilatih untuk membangun stamina agar benar-benar siap,” ujarnya, Minggu, 22 Maret 2026.
BACA: Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026 Ancam Lingkungan Yogyakarta, Sampah Jadi Sorotan
Ia menjelaskan, perjalanan mudik kerap melibatkan durasi berkendara yang panjang, kondisi lalu lintas padat, serta minimnya waktu istirahat. Tanpa stamina yang baik, risiko kelelahan hingga penurunan konsentrasi bisa meningkat.
Untuk itu, masyarakat disarankan mulai rutin berolahraga sebagai bagian dari persiapan mudik. Aktivitas fisik ini tidak harus berat, namun harus dilakukan secara konsisten.
Zaenal menekankan pentingnya memperhatikan empat aspek dalam olahraga, yakni frekuensi, intensitas, durasi, dan jenis latihan. Kombinasi yang tepat akan membantu tubuh beradaptasi dan meningkatkan daya tahan.
“Olahraga bisa dilakukan tiga kali dalam seminggu dengan durasi 30 sampai 40 menit. Jenisnya bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, yang penting dilakukan secara rutin,” jelasnya.
Selain olahraga, menjaga pola hidup sehat juga menjadi faktor penting. Asupan gizi seimbang, waktu istirahat cukup, serta manajemen stres turut berperan dalam menjaga kebugaran tubuh.
BACA: Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 381 Ribu Penumpang Padati Kereta di Jember
Ia mengingatkan bahwa tubuh yang bugar tidak hanya membantu mengurangi risiko kelelahan saat perjalanan, tetapi juga membuat pemudik lebih siap menikmati momen kebersamaan di kampung halaman.
Dalam konteks ini, persiapan fisik bukan sekadar kebutuhan perjalanan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Semakin baik kondisi tubuh, semakin kecil pula risiko gangguan kesehatan saat mudik.
Zaenal menambahkan, banyak orang sering mengabaikan pentingnya kesiapan fisik karena fokus pada persiapan logistik seperti kendaraan, tiket, atau barang bawaan. Padahal, tubuh adalah “kendaraan utama” yang menentukan kelancaran perjalanan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir tersebut. Menurutnya, persiapan fisik harus menjadi prioritas yang tidak kalah penting dibandingkan persiapan lainnya.
“Kalau tubuh tidak siap, perjalanan bisa terganggu. Bahkan bisa berbahaya. Jadi jangan anggap remeh kebugaran sebelum mudik,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyarankan pemudik untuk mengenali batas kemampuan tubuh masing-masing. Jika merasa lelah, sebaiknya segera beristirahat dan tidak memaksakan diri.
Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik dapat dijalani dengan lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Momen berkumpul bersama keluarga pun bisa dinikmati tanpa gangguan kelelahan atau masalah kesehatan.
Sebagai langkah lanjutan, pemudik juga perlu memahami risiko yang bisa muncul selama perjalanan, seperti efek duduk terlalu lama hingga potensi kantuk saat berkendara.
