Logo

Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026 Ancam Lingkungan Yogyakarta, Sampah Jadi Sorotan

Reporter:,Editor:

Minggu, 22 March 2026 00:00 UTC

Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026 Ancam Lingkungan Yogyakarta, Sampah Jadi Sorotan

Kraton Yogyakarta, salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah andalan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Foto: Disparbud DIY

JATIMNET.COM — Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan untuk kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Hal ini tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap lingkungan.

Survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memperkirakan sekitar 8,2 juta orang akan melakukan perjalanan ke Yogyakarta. Jumlah tersebut menjadi sinyal meningkatnya tekanan terhadap daya tampung lingkungan, terutama di kawasan wisata padat pengunjung.

Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM, Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos., M.Si, mengingatkan bahwa lonjakan wisatawan berpotensi memicu peningkatan volume sampah secara signifikan.

“Jangan sampai euforia nostalgia di Jogja justru meninggalkan masalah sampah yang mencemari citra estetik Yogyakarta. Penting untuk diperhatikan terkait dampak lingkungan dari ledakan jumlah pengunjung ini. Kita sama-sama menjaga agar lonjakan kunjungan tidak meninggalkan lonjakan volume sampah di titik-titik keramaian,” tegasnya.

BACA: Tips Persiapan Fisik Agar Mudik Lancar dan Tetap Sehat

Ia menilai kawasan wisata populer seperti Malioboro, Titik Nol Kilometer Yogyakarta, serta Taman Sari akan menjadi titik rawan penumpukan sampah.

Selain itu, destinasi pantai di Kabupaten Bantul dan kawasan wisata alam di Kabupaten Gunungkidul juga berpotensi menghadapi tekanan serupa, terutama karena tingginya minat wisatawan terhadap spot “instagrammable”.

Destha menekankan pentingnya komitmen bersama antara pengelola destinasi, pemerintah daerah, dan wisatawan untuk menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus menjadi prioritas utama, mulai dari penyediaan fasilitas hingga edukasi kepada pengunjung. 

Ia juga mengingatkan bahwa citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang nyaman dan estetik bisa terancam jika persoalan lingkungan tidak ditangani dengan serius.

BACA: Modifikasi Cuaca di Jatim Efektif Tekan Hujan hingga 74 Persen, Mudik Lebaran Diprediksi Lebih Aman

Selain faktor sampah, lonjakan pengunjung juga berpotensi menimbulkan tekanan terhadap fasilitas umum, seperti kebersihan toilet publik, ketersediaan air, hingga kepadatan lalu lintas di kawasan wisata.

Karena itu, ia mendorong wisatawan untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan selama berkunjung. Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dinilai dapat membantu mengurangi dampak lingkungan.

Destha menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kemampuan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dengan pengelolaan yang tepat, lonjakan wisatawan saat Lebaran bisa menjadi peluang tanpa harus mengorbankan kualitas lingkungan.