Logo

Tingkatkan Mutu Pertanian di Desa Karangpatihan Ponorogo, Pupuk Indonesia Sumbang 2 Ton Pupuk

Reporter:,Editor:

Sabtu, 21 September 2024 06:40 UTC

Tingkatkan Mutu Pertanian di Desa Karangpatihan Ponorogo, Pupuk Indonesia Sumbang 2 Ton Pupuk

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi (menggunakan blangkon) saat menyerahkan bantuan kepada warga Desa Karangpatihan Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Sabtu, 21 September 2024. Foto: Gayuh Satria

JATIMNET.COM, Ponorogo – Warga tuna grahita atau disabilitas intelektual di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, menerima bantuan pupuk nonsubsidi dari PT Pupuk Indonesia, Sabtu, 21 September 2024.

Pupuk nonsubsidi yang diberikan, yakni Phonska Plus sebanyak 1,5 ton yang memiliki kandungan Zink (Zn) sebesar 2.000 ppm dan ZA plus sebanyak 0,5 ton yang memiliki kandungan Zn sebesar 1.000 ppm. Kedua pupuk dengan kandungan Zn ini dipilih karena Zn pada pupuk menjadi unsur makro penting dalam tanaman.

Unsur Zn dalam pupuk, menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Pupuk Indonesia, selain dapat menyuburkan tanaman, juga menjadi nutrien penting yang terkandung pada hasil panen tanaman. Dimana tanaman yang diberi unsur Zn dengan cukup, hasil panen juga akan memiliki kandungan Zn yang tinggi.

“Zink yang terkandung pada bahan makanan menjadi penting karena Zink merupakan elemen penting untuk menjaga kesehatan otak dan saraf,” kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi.

BACA: Peduli Sesama, Emak-emak Ponorogo Bagikan Paket Sembako di Kampung Idiot

Rahmat menuturkan bahwa pada masa tahun 1960-an banyak terjadi gagal panen dan kekeringan yang membuat warga Desa Karangpatihan mengalami malnutrisi. Hal ini membuat banyak ibu hamil tidak tercukupi gizinya sehingga banyak melahirkan anak-anak dengan kondisi seperti sekarang ini.

Meski jumlah warga tuna grahita yang awalnya mencapai 300-an jiwa dan kini sudah menurun menjadi sekitar 90-an jiwa, namun PT Pupuk Indonesia berkomitmen untuk bisa mewujudkan bahan makanan dengan cukup Zink, yakni dengan menghadirkan pupuk Phonska Plus dan Za Plus di Desa Karangpatihan.

“Banyak yang tidak tahu hubungan antara kesehatan mental dengan pertanian, rupanya hubungan itu nyata. Kalau pertanian baik, insyaallah gizinya tercukupi, kesehatan mentalnya baik,” kata Rahmat.
  
BACA: TNI Lakukan Vaksinasi Kepada Penyandang Tunagrahita di Kampung Idiot Ponorogo

Sementara itu, Kades Karangpatihan Eko Mulyadi menuturkan bahwa dengan bantuan pupuk ini akan membawa dampak positif bagi pengembangan pertanian dan peningkatan mutu hasil panen di desanya. Ia yakin rantai tuna grahita akan terputus dengan hasil pertanian yang baik sehingga gizi warganya akan tercukupi.

“Ketika orang hamil kesehatannya baik dan makan yang baik insyaallah akan melahirkan anak yang bagus. Disabilitas intelektual di Karangpatihan ini karena gizi buruk. Dulu mereka lahir dalam keadaan ortu miskin dan gizinya buruk sehingga lahirlah tuna grahita,” tutur Eko.

Selain pupuk, PT Pupuk Indonesia juga memberikan sejumlah bantuan lain berupa uang tunai senilai Rp100 juta yang akan diwujudkan menjadi 40 ekor kambing ternak. Uang Rp10 juta untuk bantuan pengembangan batik ciprat dan  10 unit elektrik sprayer untuk disalurkan ke kelompok tani di Desa Karangpatihan.