Logo

Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkab Madiun dan Bulog Gelar Bazar Murah

Reporter:

Senin, 09 March 2026 02:30 UTC

Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkab Madiun dan Bulog Gelar Bazar Murah

Petugas Disperindag Kabupaten Madiun melayani pembelian sembako dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran dalam bazar halaman Pendopo Ronggo Jumeneo, Caruban, Kabupaten Madiun. Senin, 9 Maret 2026. Foto: Nd.Nugroho

JATIMNET.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar bazar murah bahan pokok penting (bapokting) di halaman Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Senin pagi, 9 Maret 2026. 

Kegiatan ini bertujuan menekan kenaikan harga di tengah potensi lonjakan kebutuhan warga saat menjelang Lebaran. Selain itu, menjaga daya beli warga terhadap kebutuhan pokok. 

Ada sejumlah bapokting yang dijual dalam bazar ini di antaranya telur ayam, minyak goreng, beras, bawang putih, dan cabai rawit. Beberapa komoditas itu dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan pasaran. 

Untuk minyak goreng merek MinyaKita, misalnya, harga per liternya Rp15.000. Harga itu lebih murah Rp700 dibandingkan di pasaran, yakni Rp15.700 per liter. Gula pasir Rp16 ribu dari harga di pasaran Rp16.625 kilogram. 

“Dari hasil pengecekan di lapangan, harga cabai rawit masih paling tinggi. Per kilogramnya Rp90 ribu dan di sini (bazar) lebih murah,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto. 

Menurutnya, dalam bazar murah tersebut melibatkan beberapa pihak, seperti Perum Bulog Cabang Madiun dan perusahaan swalayan waralaba. 

“Dalam kegiatan ini, kami mengaja Bulog. Jika memang kenaikan harganya naik signifikan, Bulog akan hadir dan siap sewaktu-waktu dibutuhkan,” ungkap Hari Wur, sapaan akrab Hari Wuryanto. 

Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun Agung Sarianto mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen bekerja sama dengan pemkab terkait penyediaan bahan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan di pasaran. 

“Bulog siap dimanapun bazar, operasi pasar, ataupun pasar murah dilaksanakan,” katanya. 

Hanya saja, dalam setiap kegiatan, pihak Bulog membatasi pembelian oleh warga dengan maksimal dua kilogram telur ayam, dua kilogram gula pasir, dan dua liter minyak goreng.  

“Pembatasan ini sengaja diterapkan agar penjualannya bisa merata dan sampai Lebaran,” ungkap Agung. 

Ia lantas menyatakan bahwa pasokan beras di Perum Bulog Cabang Madiun sebanyak 60 ribu ton. Kemudian, stok minyak goreng sebanyak 280 ribu liter. Stok tersebut dinyatakan cukup memenuhi kebutuhan warga hingga Lebaran mendatang.