JATIMNET.COM, Surabaya – Tim kuasa hukum terdakwa kasus pemalsuan dokumen sepuluh nasabah Bank Rakyat Indonesia yang menjerat Kasna Gustiansah (26) warga Gresik, meminta sidang tindak pidana korupsi bisa menghadirkan seluruh saksi yang tertuang dalam BAP.

Kuasa hukum Kasnah Gustiansah, Didik Kuswindaryanto menegaskan tidak mempermasalahkan keterangan ahli yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang dengan agenda pembacaan keterangan ahli.

“Kami meminta semua saksi dihadirkan dalam persidangan. Karena selama ini hanya saksi fakta, yaitu nasabah. Sementara dari pihak BRI tidak disertakan," kata Didik selepas sidang lanjutan dugaan korupsi yang menjerat Kasna Gustiansah, di Pengadilan Tindak Pidana korupsi (Tipikor), Kamis 21 Maret 2019.

BACA JUGA: Terdakwa Kasus Korupsi DPRD Kota Malang Jalani Sidang Tuntutan

Dengan tidak dihadirkannya semua saksi dalam BAP, membuatnya tidak bisa meminta keterangan dari pihak BRI. "Terdakwa memang mengakui perbuatannya. Tapi apa tidak ada pengawasan yang ketat dari pihak bank dengan aksi dari klien saya,” lanjutnya.

Didik membenarkan terdakwa telah mengaku mengambil uang nasabah BRI untuk bermain judi daring. Bahkan Kasna mengaku kecanduan judi online, dan sudah disampaikan kepada kuasa hukumnya.

Ke depannya, Didik meminta persidangan menghadirkan saksi pada persidangan yang diagendakan Kamis 28 Maret 2019.

BACA JUGA: Kejati Jatim Pesimis Lanjutkan Kasus Korupsi P2SEM

Sidang lanjutan di Ruang Cakra Pengadilan Tipikor ini mengagendakan pemberian keterangan ahli pidana dari JPU. Dalam keterangan ahli pidana tersebut, terdakwa diduga mencuri uang sepuluh nasabah BRI Unit Kertajaya, senilai Rp1,09 miliar untuk digunakan judi daring.

"Perbuatan terdakwa telah memalsukan dokumen dari sepuluh nasabah yang digunakan untuk penarikan uang tabungan milik," kata Jaksa Penutut Umum Hariwiyadi saat membacakan berita acara perkara (BAP) terdakwa lantaran saksi ahli pidana tidak hadir.