Temuan Tulang di Gunung Arjuno Diduga Pelajar SMKN 5

M. Khaesar Januar Utomo

Sabtu, 6 April 2019 - 08:45

JATIMNET.COM, Surabaya - Tim Basarnas Surabaya berhasil menemukan keberadaan Faiqus Syamsi (17), siswa SMKN 5 Surabaya yang telah lima bulan hilang saat pendakian di Gunung Arjuno, Malang.

Warga Jalan Kendangsari XV yang dinyatakan hilang sejak Minggu, 16 Desember 2018 lalu itu ditemukan tinggal tulang kaki dan tangan saja.

Komandan Tim Rescue Basarnas Surabaya, Farid Kurniadi mengatakan tulang korban ini ditemukan setelah tim pencari menyisir Gunung Arjuno. Tim hanya menemukan tulang tangan dan kaki korban. "Sedangkan anggota tubuh lainnya belum kami temukan," ucapnya, Jumat 5 April 2019.

BACA JUGA: Siswa SMK Negeri 5 Surabaya Belum Ditemukan

Farid mengatakan tim Basarnas Surabaya masih terus berusaha mencari bagian tubuh lainnya dari korban. "Kami masih terus mencari bangian tubuh lainnya itu," ucapnya.

Ia kemudian menceritakan bagaimana tim menyisir Lembah Kidang, tempat ditemukannya tulang bagian tangan. Pada jarak 50 sampai 100 meter dari tempat ditemukannya tulang tangan, tim kemudian menemukan tulang kaki.

Farid mengatakan pihaknya memastikan kalau temuann tulang tersebut milik korban setelah pihak Polsek Prigen mengindentifkasi temuan itu. "Saat kami meminta pihak Polisi dari Polsek Prigen mengidentifikasi jika tulang tersebut adalah Faiqus Syamsi," ucapnya.

Usai mengidentifikasi temuan tulang itu, pihak keluarga kemudian dipanggil dan diberi informasi ihwal temuan itu. "Saat ini sudah dibawa oleh pihak keluarga," jelasnya.

Farid mengatakan petugas Basarnas sempat mengalami kesulitan saat melakukan evakuasi. Kondisi cuaca yang hujan membuat petugas kewalahan melakukan pencarian serta evakuasi. "Tapi kami berusaha dan akhirnya menemukan anggota tubuh dari korban," ucapnya.

BACA JUGA: Seminggu Pencarian Faiqus di Gunung Arjuno, Begini Harapan Keluarga  

Seperti diberitakan, korban dikabarkan hilang pada Minggu, 16 Desember 2018 saat melakukan pendakian ke Gunung Arjuno bersama sejumlah rekannya.

Saat pendakian itu, satu orang tetap tinggal di basecamp, sedangkan enam orang yang dibagi menjadi dua tim melakukan pendakian ke puncak gunung Arjuno.

Namun saat akan menjemput temannya yang ada di basecamp, satu orang yang turut mencari itu hilang.

Baca Juga

loading...