Senin, 11 January 2021 04:00 UTC

TEMPE SMILE. Tempe karakter emoticon smile dan love kreasi perajin tempe dari Kota Mojokerto, Minggu, 10 Januari 2021. Foto: Karina Norhadini
JATIMNET.COM, Mojokerto – Untuk menggugah selera makan anak-anak terhadap tempe, pembuat tempe asal Kota Mojokerto berinovasi dengan membuat tempe karakter emoticon. Makanan khas nusantara berbahan dasar kedelai ini dibentuk dengan karakter emoticon smile (senyum) dan love.
Nastain, 32 tahun, dan Indra Ambarwati, 39 tahun, warga Lingkungan Randegan RT 02 RW 01, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto berhasil berkreasi dengan membuat tempe ini sejak September 2020.
Selain mengubah bentuk tempe jadi lebih menarik, harga jualnya juga meningkat karena pembuatannya membutuhkan kreasi tersendiri dibanding membuat tempe konvensional.
Inspirasi tempe smile dan love ini berawal dari keluhan pelanggan. "Pernah mendapat pelanggan yang mengeluh jika anak-anaknya tidak suka makan tempe. Akhirnya, kita cari solusi bagaimana kalau membuat tempe dengan bentuk lain yang dapat menarik perhatian anak-anak," kata Nastain di kediamannya, Minggu, 10 Januari 2021.
BACA JUGA: Atasi Dampak Ekonomi di Tengah Pandemi, Ning Ita Gencarkan Pelatihan untuk UMKM Kota Mojokerto
Nastain mengatakan kreasi tempe karakter emoticon ini bermula saat dirinya bergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube) perdagangan industri tempe yang dikelola Pemkot Mojokerto.
Ia bersama anggota Kube lainnya akhirnya mencari ide untuk berkreasi membentuk karakter tempe yang lain dari biasanya.
"Akhirnya ketemu ide membuat tempe dalam bentuk berbeda. Ada dua, yaitu bentuk smile dan love ini. Untuk bentuk smile, saya mendapatkan bantuan 30 pipa paralon secara gratis," katanya. Pipa paralon tersebut digunakan sebagai alat bantu mencetak tempe.
TEMPE SMILE. Tempe karakter emoticon smile dan love kreasi perajin tempe dari Kota Mojokerto, Minggu, 10 Januari 2021. Foto: Karina Norhadini
"Pemasaran tempe smile dan love melalui PO saja, sementara tidak setiap hari memproduksi. Kalau ada yang pesan baru kita membuatnya, harganya juga tidak sama dengan tempe bentuk biasa," katanya.
BACA JUGA: Hadapi New Normal, Geliat Inovasi Menuju Ekonomi Digital UMKM
Dia membandrol satu batang tempe love dengan harga Rp2.500 dan tempe smile Rp10.000 dengan ukuran yang cukup besar dari tempe biasa yang baisanya dijual seharga Rp2.000.
Sebelumnya, harga tempe smile Rp8.000 namun naik karena harga bahan baku kedelai impor dalam sebulan terakhir naik menjadi Rp9.100 per kilogram.
Kebanyakan pemesanan tempe smile dan love dari pengelola katering dan ibu rumah tangga. Dalam sebulan, rata-rata hanya menerima pesanan tempe unik ini lima sampai enam kali.
"Rata-rata pembeli dari masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota, seperti Surabaya, Gresik, dan Bali. Jadi tempe smile dan love lebih dijadikan oleh-oleh," katanya.
Setiap kali memproduksi tempe karakter ini menghabiskan bahan baku kedelai impor sekitar 10 kilogram dalam satu bulan. Proses pembuatannya sama dengan pengolahan tempe pada umumnya namun yang membedakan adalah pencetakannya.
Berawal dari biji kedelai dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam mesin giling untuk memisahkan kulit kedelai. Setelah terkelupas kulitnya, kedelai direbus hingga matang setelah itu ditiriskan menunggu dingin untuk proses fermentasi selanjutnya.
BACA JUGA: Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi, Ning Ita Dorong Perbankan dan UMKM Kota Mojokerto
Nah, di sinilah pembedanya. Tempe smile yang berbentuk bulat panjang menggunakan cetakan dari pipa paralon. Untuk bentuk emoticon smile, digunakan bambu untuk membentuk mata dan bibir tersenyum. Bambu dilapisi plastik agar tak lengket saat dipisahkan dari tempe yang sudah matang.
"Paralon dilapisi kertas minyak agar tidak lengket. Kedelai yang sudah diragi ini dimasukkan ke dalam pipa diameter 2,5 sentimeter dan panjang 20 sentimeter," katanya.
Nastain dan Indra juga berencana membuat varian bentuk baru emoticon lainnya. Bahkan, mereka akan lebih memperkecil ukuran tempe smile separuh dari bentuk awal.
sebab, banyak pelanggan yang memintanya membuat ukuran lebih kecil dengan harga yang lebih terjangkau. Satu kilogram kedelai yang diragi hanya menghasilkan tiga batang tempe smile.
"Ke depan rencana mau bikin lebih kecil atau separuh dari ukuran awal. Kita coba buat harga Rp5.000 supaya lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas tempe smile," ujar Nastain.
