Selasa, 09 July 2019 12:35 UTC
Ilustrasi buah. [pexels]
JATIMNET.COM, Surabaya – Anggapan buah lokal lebih rendah gizi tidak sepenuhnya benar. Sebab, menurut nutrisionis lulusan University of Sydney, Australia, Leona Victoria Djajadi, buah dengan kandungan gizi tinggi justru berasal dari daerah tropis seperti Indonesia.
"Semua buah pasti ada gizinya meski variasi nilai gizinya tidak terlalu signifikan," kata Victoria, mengutip Suara.com, Selasa 9 Juli 2019.
Menurutnya, beberapa buah dengan kandungan gizi baik hanya bisa ditemukan di negara tropis seperti Indonesia seperti matoa dan sawo.
BACA JUGA: 4 Buah Ini Tak Boleh Dikonsumsi Terlalu Banyak bagi Pasien Diabetes
Bukan hanya buah lokal, banyak petani Indonesia juga mulai membudidayakan buah luar negeri dengan nilai gizi baik seperti alpukat, stroberi, blueberry dan raspberry.
"Buah tersebut sudah produksi lokal dan bagus-bagus. Selain itu juga buah yang umum seperti pisang, pepaya, jeruk, jambu juga baik sekali nilai gizinya," kata Victoria lagi.
BACA JUGA: Semangka dan Alpukat Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan
Untuk itu Victoria mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih akrab dengan buah dan menjadikan buah sebagai konsumsi sehari-hari.
"Buah itu harus dijadikan bagian dari seimbang, minimum dua porsi per hari. Jadi biasakan membeli buah, terutama yang sedang musim atau selalu musim agar murah, manis dan gizinya sedang tinggi-tingginya," katanya.
Ia melanjutkan, buah lokal juga biasanya lebih ramah lingkungan dan murah karena faktor biaya kirim yang lebih rendah sehingga harganya lebih terjangkau.
