Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 4 Mei 2019 - 16:17

Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membangun bozem baru untuk mengatasi banjir yang terjadi di kawasan Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Benowo, yang disebabkan jebolnya tanggul sungai Kali Lamong.

Pada Jumat 3 Mei 2019 siang, Risma terjun ke lokasi tanggul Sumberejo bersama Badan Penanggulangan Bencana dan Lindungan Masyarakat (BPB-Linmas) Surabaya, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM).

Siang itu, pihaknya memasang kantong pasir untuk menahan banjir yang memasuki wilayah Kota Surabaya. 

“Tanggul yang jebol ini sudah kita tutup, cuma masalahnya air yang masuk ini banyak sekali. Ini masih kita carikan solusinya, lah airnya ini kalau tidak disedot pakai pompa kan susah. Air sebanyak itu nanti butuh pompa sak piro?. Nanti mau tak buatkan bozem aja untuk menampung airnya,” ujar Risma saat diwawancarai wartawan di Jalan Kanginan No III, Sabtu 4 Mei 2019.

BACA JUGA: Dua Tanggul Jebol, Banjir di Gresik Kian Parah

Risma mengatakan, jebolnya tanggul tersebut tidak hanya karena luapan air, tapi juga karena kegiatan warga menanam jagung di atas tanggul.

Hal itu menyebabkan tanah yang tadinya padat menjadi gembur, dan mudah tergerus derasnya arus sungai. 

Wali kota perempuan pertama di kota pahlawan tersebut mengaku, sudah tiga tahun ini tidak terjadi banjir berkat adanya tanggul.

“Akhirnya jebol, lah ditanami sama warga. Sudah kami koordinasikan pada camat dan lurah untuk mengadakan penjagaan di tanggul itu, sambil kita beri papan-papan itu. Sebenernya udah save (aman) karena sudah tiga tahun gak banjir, wong ditanemi tanahnya lobang-lobang gitu. Ya jebol,” kata dia.

Mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa, selain mengadakan penjagaan ditanggul, pihaknya juga melakukan penanggulan disisi utara Kali Lamong tepatnya di kawasan Romokalisari dan sekitarnya.

BACA JUGA: Bengkulu Menangis Pilu

Risma menargetkan, penanggulan di sisi utara Kali Lamong selesai dalam empat bulan kedepan.

Ia memaparkan penanggulan itu, nantinya untuk menghalau banjir rob dari laut utara Surabaya. 

“Utara itu kan pinggir laut, kemarin sempat ada rob juga. Karena ada penelitian baru-baru ini, kutub utara saat ini mencair enam kali lipat setiap harinya, artinya air lautkan jadinya naik juga. Jadi ini di seluruh pesisir kota Surabaya tak tanggul semua. Biar warga ku aman, dan air laut tdak bisa masuk,” kata Risma. 

Setidaknya ada lima RW saat ini yang tergenang air di Sumberejo, diantaranya adalah RW 2, RW 3, RW 4, RW 7 dan RW 8. Sedangkan yang tidak terdampak banjir ada dua RW, yaitu RW 1 dan RW 6.

BACA JUGA: Khofifah Siapkan Skema Penanggulangan Banjir Jatim

Sebelumnya, genangan air mencapai 10 sampai 20 cm di Sumberejo II, Kauman Madya, Jawu Kidul yang merupakan jalan gang masuk di rumah warga.

Sementara, pada Jumat 3 Mei 2019 sekitar pukul 03.00 WIB, debit air mulai tinggi dan menggenang jalan utama di wilayah Sumberejo.

Dari lima RW tersebut, setidaknya ada 700 KK dan 2000 jiwa yang terdampak banjir.

Kendati demikian, Pemkot Surabaya langsung bergerak cepat dengan menerjunkan personil untuk memperbaiki tanggul dan menutup semua saluran air yang mengarah ke perumahan warga.

BACA JUGA: Walhi Desak KLHK Kirim Tim ke DAS bengkulu

Tak hanya itu, untuk mempercepat proses perbaikan tanggul, pihaknya juga menerjunkan 13 alat berat dan 40 unit dump truck. Sehingga air kemudian dialirkan kembali ke Kali Lamong.

Baca Juga

loading...