Kamis, 08 January 2026 06:00 UTC

Lokasi pembuangan limbah yang diduga kotoran babi mengakibatkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga Dusun Pandisari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Foto: Hasan.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Warga Dusun Pandisari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto resah dengan bau menyengat dari lahan bekas galian C.
Bau busuk itu diduga dari kotoran babi yang sengaja dibuang oleh seseorang tak dikenal sejak beberapa waktu terakhir. Keberadaannya mengakibatkan aktivitas warga sekitar terganggu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi pembuangan limbah itu berada di bekas galian C yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman penduduk. Di kawasan tersebut juga terdapat beberapa tempat pembakaran batu bata milik warga yang masih aktif digunakan.
Limbah kotoran ternak itu ditemukan di dua titik berbeda. Pertama, di dasar bekas galian yang ditutup dengan terpal. Sedangkan titik kedua berada di sebuah kubangan bekas galian lain yang berjarak sekitar 100 meter dari titik utama.
BACA: Limbah Diduga B3 Ditemukan di Pungging Mojokerto, Disinyalir dari Jombang
Limbah tersebut sangat menyengat, berbentuk cair menyerupai bubur, dipenuhi belatung, dan lalat. Di sekitar lokasi juga ditemukan limbah kulit telur ayam yang telah dihancurkan dan dimasukkan ke dalam beberapa karung.
Kepala Dusun Pandisari, Ahmad membenarkan adanya pembuangan limbah tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kotoran itu diduga berasal dari ternak babi.
“Katanya itu kotoran babi, masalahnya sudah kayak bubur. Kemarin (Rabu) itu ketahuan warga, sudah ditutup jalannya sama warga,” katanya, Kamis, 8 Januari 2026.
Ahmad menambahkan, sebelum diketahui warga, aktivitas pembuangan limbah tersebut diduga sudah dilakukan berulang kali.
Ia memperkirakan setidaknya sudah ada tiga truk yang membuang kotoran ternak ke lokasi tersebut.“Meski di sawah, namanya bau kalau kena angin ya kemana-mana,” ujarnya.
BACA: Usaha Pengolahan Daging di Jombang Diduga Tak Miliki Izin Lingkungan dan IPAL
Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat yang menyebut pembuangan limbah itu telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Limbah dibuang di lahan bekas galian C yang sudah tidak aktif selama kurang lebih dua tahun.
“Baunya tidak sedap, kayak busuk gitu. Katanya kotoran babi. Kalau ada angin pasti bau, paling sering kalau malam hari,” ungkap warga tersebut.
Warga berharap aparat berwenang segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembuangan limbah. Warga berharap lokasi tersebut segera dibersihkan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono mengatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan warga dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Hari ini kami melaporkan giat melaksanakan verifikasi pengaduan dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan kotoran ayam,” ujar Rachmat.
