Jumat, 15 February 2019 01:40 UTC

Suasana sukuran di Gedung Grahadi, Kamis 14 Februari 2019. Foto: Baehaqi Almutoif
JATIMNET.COM, Surabaya - Nuansa Gedung Negara Grahadi berubah, Kamis 14 Februari 2019 malam. Tidak ada kursi di ruang utama.
Seluruh tamu syukuran pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah-Emil Elestianto Dardak lesehan.
Suasana ini mengingatkan banyak orang pada Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid saat menerima tamu-tamunya di Istana Negara Jakarta. Bedanya hanya di ruang makan. Khofifah dan Emil menjamu tamu khusus di ruangan tersendiri.
BACA JUGA: Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur Terdengar di Tugu Pahlawan
Di ruang khusus tersebut nampak beberapa tokoh seperti Hj Munjidah Wahab, Hj Lily Wahid, Hj Makhfudhoh Wahid, KH Solahudin Wahid dan masih banyak lagi.
Ditemui disela-sela syukuran, Lily Wahid mengaku terharu karena nuansa ini mengingatkannya pada almarhum Gus Dur, sapaan akrab KH Abdurrahman Wahid saat menjamu tamu di Istana Negara.
"Bagaimana tak sama, wong background-nya sama, ya pastilah sama," ujar Lily Wahid.
Kedua tokoh itu merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai seorang nahdliyin, sebutan anggota NU, tidak akan melupakan tradisi nahdliyin yang sangat kental. Salah satunya tasyakuran ini.
Tradisi tersebut sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Maha Pencipta.
BACA JUGA: Khofifah-Emil akan Lanjutkan Program Desa Cemara
Ditanya perihal harapannya kepada gubernur baru, Lily Wahid titip pesan agar keduanya mampu melindungi dan mensejahterahkan warganya. "Jadi dia kader NU atau bukan, kewajiban gubernur itu sama," tuturnya.
Dengan segudang pengalaman di DPR RI dan sebagai menteri, bukan tidak sulit bagi Khofifah-Emil untuk membawa Jawa Timur lebih sejahtera.
"Untuk menjadi gubernur, kita sudah sangat mengenal Khofifah tidak pernah lepas dari keinginan mensejahterahkan rakyat Jatim," ungkapnya.
