Logo

Bidik Gen Z Dalam Politik, AMPG Jatim Terapkan Pendekatan Psikologis

Reporter:,Editor:

Rabu, 29 April 2026 07:00 UTC

Bidik Gen Z Dalam Politik, AMPG Jatim Terapkan Pendekatan Psikologis

Suasana forum group discussion bertajuk “Gen Z Melek Politik: Dari Apatis Jadi Kritis” yang digelar Angkatan Muda Partai Golkar Jawa Timur di DPD Partai Golkar Jawa Timur, Rabu, 29 April 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Angkatan Muda Partai Golkar Jawa Timur (AMPG Jatim) menilai partisipasi Generasi Z (Gen Z) cukup penting dalam dunia politik.

Maka, keterlibatan kelompok demografi yang lahir antara tahun 1997-2012 ini perlu terus ditingkatkan. Dalam hal ini, AMPG Jatim memiliki cara tersendiri.

Ketua AMPG Jatim Adiel Muhammad Kanantha mengatakan bahwa pendekatan terhadap Gen Z tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama yang cenderung kaku dan memaksa.

“Kita ingin mencari solusi, bukan sekadar mengkritik atau menyalahkan anak muda yang apatis. Kita harus merangkul mereka, memahami cara berpikir mereka, termasuk secara mental dan emosional,” jelasnya.

Adiel menyatakannya dalam forum group discussion (FGD) bertajuk “Gen Z Melek Politik: Dari Apatis Jadi Kritis” yang digelar AMPG di Kantor DPD Partai Golkar Jatim, Rabu, 29 April 2026.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan menggandeng psikolog untuk lebih memahami karakter Gen Z yang kritis. Namun, juga sensitif terhadap komunikasi yang tidak sehat.

Untuk tujuan itu, Adiel menyatakan pentingnya ruang diskusi yang terbuka dan setara bagi Gen Z. “Jangan sampai diskusi antar anak muda justru menimbulkan mental blocking atau denial. Kita ingin komunikasi yang sehat, tanpa emosi, tanpa paksaan,” tambahnya.

Sebagai strategi konkret, AMPG Jatim mulai mengemas pendekatan politik melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian Gen Z, seperti olahraga dan komunitas hobi.

“Kita masuk lewat hati. Kalau dipaksa tidak mungkin. Anak muda sekarang kritis. Jadi kita dekati lewat apa yang mereka suka, seperti fun padel, soccer, dan kegiatan komunitas lainnya,” ujarnya.

Selain itu, AMPG juga mulai memperluas rekrutmen di tingkat kabupaten/kota dengan menginstruksikan seluruh pengurus daerah untuk aktif menjaring anak muda potensial.

Adiel menilai, peran Gen Z ke depan akan sangat krusial, terutama dalam kontestasi politik 2029.

“Generasi Z akan menjadi garis depan, bukan hanya sebagai pendukung, tapi juga sebagai pencari suara. Ini tantangan besar bagi kami bagaimana bisa menyentuh hati dan kesadaran politik mereka,” katanya.

Dengan pendekatan ini, AMPG berharap stigma politik yang selama ini dianggap membosankan atau penuh konflik dapat berubah menjadi ruang partisipasi yang relevan dan bermakna bagi Gen Z.

"Jadi kami akan menggunakan pendekatan dari hati untuk menarik simpati anak-anak muda terlebih Gen Z," ujar Adiel.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi Gen Z untuk berpartisipasi dalam politik. Tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak politik.

“Kami persilakan anak muda Gen Z untuk bergabung ke Partai Golkar, kami sangat welcome,” ujarnya.

Ia menambahkan, output dari FGD ini bukan sekadar diskusi, tetapi akan dirumuskan menjadi silabus kurikulum pendidikan politik khusus bagi anak muda. "Silabus ini akan kami menjadi patokan dalam pendidikan politik kedepannya," jelas Ali.