JATIMNET.COM, Surabaya – Terdakwa pencemaran nama baik Ecky Lamoh diputus bebas oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Bantul, Yogyakarta. Vokalis Edane di tahun 1990an itu dinilai tidak terbukti melanggar pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE melalui status Facebooknya.

Putusan yang dibacakan pada persidangan Rabu 6 Februari 2019 itu menyatakan bahwa Lamoh tidak terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana penghinaan/pencemaran nama seperti diatur di dalam pasal 27 ayat 3 UU ITE. Status facebooknya tidak mengandung unsur pencemaran nama baik atau penghinaan.

Hakim melandaskan pertimbangannya ini dengan menggunakan tafsir R. Soesilo atas pasal 310 (genus delict pasal 27 ayat 3 UU ITE), dimana penghinaan baru terjadi manakala seseorang menuduhkan sesuatu hal dalam bentuk perbuatan kepada orang lain. 

“Kami berpendapat pertimbangan hukum yang digunakan oleh hakim amatlah mendasar. Penghinaan baru terjadi bila berupa perbuatan. Harus berupa perbuatan menjadi kalimat kunci di sini. Status Facebook tersebut tidak dapat dimaknai sebagai ‘menuduhkan sesuatu hal (perbuatan)”, kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta Yogi Zul fadli dalam siaran pers LBH Yogyakarta kepada Jatimnet.com.

BACA JUGA: Hari ini Ahmad Dhani Dipindahkan ke Rutan Medaeng

LBH berharap putusan ini bisa menjadi yurisprudensi bagi penanganan perkara serupa. Aparat penegak hukum, mulai kepolisian sampai kehakiman tak boleh serampangan dalam memproses laporan pencemaran nama.

“Sudah banyak orang yang beropini justru dibui, ini tidak sejalan dengan penghormatan atas Hak Asasi Manusia juga Undang-Undang Dasar 1945, pada pasal 28E ayat 2 dan 3,” katanya.

Sebelumnya Ecky Lamoh mengunggah kekesalannya atas lambannya respon kepolisian atas pengaduan Lamoh ke Polres Bantul soal dugaan penipuan dan penggelapan disertai ancaman. Pengaduan itu dibuat tahun 2013 dengan menyertakan tiga nama sebagai terlapor.

Sementara unggahan kekesalannya muncul di Facebook pada 20 Februari dan 3 Maret 2016. Ia kesal dengan kelambanan aparat seraya menyebut tiga nama terang para terlapor. Pada Oktober 2017 Lamoh dilaporkan ke Polda DIY dengan pasal pencemaran nama baik.