Jumat, 03 July 2026 04:00 UTC

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya – Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan berbagai modus membuat warga diminta tidak hanya mengandalkan sistem pengamanan bawaan pada sepeda motor.
Kini, pelaku semakin berani dan memiliki berbagai cara untuk membawa kabur kendaraan tanpa harus merusak kunci.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, salah satu modus yang belakangan kerap digunakan pelaku adalah mengangkut sepeda motor menggunakan mobil pikap atau kendaraan lain.
Dengan cara tersebut, pelaku tidak perlu membobol sistem pengamanan yang terpasang pada kendaraan.
"Karena pelaku kejahatan ini bisa menyasar menggunakan cara diangkut maupun dirusak kuncinya," kata Jumhur, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, warga juga perlu menambah lapis pengamanan dengan menggunakan kunci tambahan, memilih lokasi parkir yang aman, serta memastikan kondisi sekitar sebelum meninggalkan kendaraan.
Ia mengingatkan, kewaspadaan harus diterapkan di mana pun, termasuk di lokasi yang selama ini dianggap aman seperti pusat perbelanjaan, kawasan permukiman, hingga rumah ibadah.
Jumhur mengungkapkan, tidak sedikit pelaku yang menyamar sebagai jemaah untuk mengelabui warga sebelum melancarkan aksinya.
"Banyak pelaku kejahatan bisa menyamar ikut ibadah salat di masjid, tetapi ternyata dia mencuri sepeda motor. Ini menjadi kewaspadaan kita untuk mengantisipasi tindak kejahatan di semua tempat," ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku curanmor akan terus mencari celah dengan berpindah-pindah lokasi dan mengincar kendaraan yang dinilai mudah dicuri. Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah meski berada di lingkungan yang dianggap aman.
Selain meningkatkan pengamanan kendaraan, warga juga diimbau segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti.
