Logo

Pengibaran Putih di Puncak Arjuno Bawa Pesan Cegah Karhutla

Reporter:,Editor:

Minggu, 16 August 2026 09:30 UTC

Pengibaran Putih di Puncak Arjuno Bawa Pesan Cegah Karhutla

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan bendera kepada pendaki yang hendak mengibarkan bendera di Gunung Arjuno, Minggu, 16 Agustus 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Pengibaran bendera Merah Putih di Puncak Ogal Agil, Gunung Arjuno, Jawa Timur, tahun ini tidak sekadar menjadi simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sebanyak 500 pendaki dan pendukung Ekspedisi 81 membawa pesan untuk merawat hutan sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ekspedisi bertema “Merawat Hutan, Mencegah Kebakaran, Menjaga Kehidupan, Menguatkan Indonesia” itu diberangkatkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Khofifah mengatakan pemilihan tema tersebut relevan dengan kondisi lingkungan Jawa Timur, terutama setelah terjadinya karhutla di kawasan Bromo. Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Tema ekspedisi ini saya kira sangat sesuai. Karena selain bertepatan dengan kemerdekaan, kali ini juga ada peristiwa karhutla Bromo yang perlu menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama,” kata Khofifah.

Di Puncak Ogal Agil, para peserta akan mengibarkan Merah Putih sekaligus membentangkan bendera sepanjang 81 meter sebagai simbol usia kemerdekaan Indonesia.

Namun, rangkaian ekspedisi tidak berhenti pada seremoni pengibaran bendera. Peserta juga akan menanam 500 batang pohon jenis Ficus dan cemara gunung, memasang papan imbauan pencegahan kebakaran, serta membersihkan jalur pendakian di kawasan Gunung Arjuno.

Khofifah menegaskan menjaga hutan merupakan bagian dari upaya menjaga kehidupan masyarakat. Gunung Arjuno yang memiliki ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut merupakan salah satu kawasan penyangga ekologi penting di Jawa Timur.

“Kedaulatan bukan hanya tentang menjaga batas wilayah, tetapi juga kemampuan menjaga sumber air, keanekaragaman hayati, pangan, dan ruang hidup bangsa. Kemakmuran harus dibangun dengan memastikan ekonomi dan ekologi berjalan searah,” tegasnya.

Peserta Ekspedisi 81 berasal dari berbagai unsur, mulai TNI-Polri, organisasi pecinta alam, Pramuka, mahasiswa, pelajar, relawan, LSM, media, dunia usaha hingga pendaki perempuan. Mereka datang dari 16 provinsi di Indonesia.

“Dengan beragam latar belakang dan datang dari berbagai penjuru Nusantara, ini menegaskan Jawa Timur sebagai ruang temu nasional bagi gerakan konservasi, persaudaraan, dan patriotisme ekologis,” ujar Khofifah.

Pemberangkatan diawali penyerahan bendera Merah Putih oleh Khofifah kepada sembilan perwakilan peserta. Setelah itu, Khofifah mengibaskan bendera start yang menandai keberangkatan peserta menuju Gunung Arjuno.

Ekspedisi tersebut dipimpin Brigadir Jenderal TNI Singgih Pambudi Arinto yang juga akan bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pasar Dieng.

Selain di Gunung Arjuno, pengibaran bendera juga akan dilakukan di lima puncak bukit dengan jalur pendakian pendek di kawasan Tahura Raden Soerjo, yakni Lincing, Watu Jengger, Semar, Pundak, dan Cendono. Kegiatan di lima titik tersebut melibatkan sekitar 650 peserta.

Khofifah berpesan agar seluruh peserta tidak hanya membawa semangat kemerdekaan hingga ke puncak, tetapi juga menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan hutan.

“Saya hanya berpesan, tolong jaga diri dan marwah bangsa. Jangan sampai melanggar peraturan pendakian, dan tolong jaga selalu Merah Putih tetap di posisi yang layak,” katanya.

Ia juga meminta para peserta saling menjaga selama ekspedisi berlangsung. “Tapi yang terpenting, jangan sampai sakit dan saling menjaga satu sama lain,” pesan Khofifah.