Logo

Simpan Makanan Lebih Aman Saat Cuaca Panas

Belanja secukupnya dan menyimpan makanan dengan benar membantu menjaga keamanan pangan sekaligus mengurangi bahan makanan yang terbuang.
Reporter:,Editor:

Minggu, 13 September 2026 07:30 UTC

Simpan Makanan Lebih Aman Saat Cuaca Panas

Ilustrasi: Jaga Pangan Tetap Segar. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Menyimpan makanan saat cuaca panas perlu mendapat perhatian lebih setelah belanja rumah tangga selesai. Suhu yang tinggi dapat mempercepat perubahan pada sejumlah bahan pangan, terutama makanan matang, daging, susu, serta produk yang memang membutuhkan pendinginan.

Persoalannya bukan hanya makanan menjadi kurang segar. World Health Organization memperkirakan sekitar 600 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Sekitar 420.000 orang meninggal akibat persoalan tersebut.

Anak-anak di bawah lima tahun menanggung sekitar 40 persen beban penyakit bawaan makanan secara global. WHO memperkirakan kelompok usia ini mengalami sekitar 125.000 kematian setiap tahun akibat pangan yang tidak aman.

Angka tersebut mengingatkan bahwa cara membawa, menyiapkan, dan menyimpan belanjaan merupakan bagian penting dari keamanan pangan di rumah.

 

Cuaca Panas Mempercepat Risiko pada Makanan

Tidak semua makanan memiliki ketahanan yang sama pada suhu ruang. Beras kering, gula, atau makanan kemasan tentu berbeda dengan ayam mentah, ikan, susu, dan masakan yang baru matang.

Bakteri penyebab penyakit dapat berkembang lebih cepat pada kondisi tertentu. U.S. Department of Agriculture menyebut rentang suhu sekitar 4–60 derajat Celsius sebagai danger zone karena bakteri dapat berkembang dengan cepat.

Dalam kondisi tersebut, beberapa jenis bakteri bahkan dapat bertambah dua kali lipat dalam waktu sekitar 20 menit.

Karena itu, makanan yang membutuhkan pendinginan tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama setelah dibeli. USDA menggunakan aturan dua jam untuk makanan mudah rusak yang berada pada suhu ruang.

Batas tersebut menjadi lebih pendek ketika cuaca sangat panas. Jika suhu lingkungan berada di atas sekitar 32 derajat Celsius, makanan mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pendinginan lebih dari satu jam.

Prinsip ini cukup relevan bagi keluarga yang berbelanja pada siang hari, terutama jika masih harus singgah ke beberapa tempat sebelum pulang.

 

Belanja Bahan Dingin Sebaiknya Diletakkan Terakhir

Urutan memasukkan barang ke keranjang ternyata dapat membantu menjaga kualitas makanan. Barang kering dan kebutuhan rumah tangga bisa diambil lebih dahulu.

Daging, ikan, susu, yoghurt, makanan beku, dan produk dingin lebih baik diambil mendekati waktu pembayaran. Tujuannya sederhana, yakni memperpendek waktu bahan tersebut berada di luar suhu penyimpanan yang dianjurkan.

Setelah pembayaran selesai, perjalanan pulang juga perlu diperhitungkan. Berlama-lama di kendaraan yang panas membuat rantai pendinginan bahan pangan semakin lama terputus.

Cara sederhana ini tidak membutuhkan peralatan khusus. Namun, untuk perjalanan cukup jauh, tas berinsulasi atau cooler bag dapat membantu menjaga suhu bahan pangan selama perjalanan.

Pisahkan pula daging dan ikan mentah dari buah, sayuran, serta makanan siap santap. Cairan dari bahan mentah dapat mencemari makanan lain apabila kemasannya bocor.

WHO memasukkan pemisahan makanan mentah dan matang sebagai salah satu dari lima kunci keamanan pangan. Empat prinsip lainnya adalah menjaga kebersihan, memasak dengan sempurna, mempertahankan makanan pada suhu aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.

 

Suhu Kulkas Menentukan Keamanan Penyimpanan

Kulkas yang terasa dingin belum tentu berada pada suhu ideal. Pengaturan suhu perlu diperiksa, terutama ketika perangkat sering dibuka pada hari yang panas.

FDA merekomendasikan suhu lemari pendingin berada pada 40 derajat Fahrenheit atau lebih rendah, setara sekitar 4 derajat Celsius. Freezer disarankan berada pada 0 derajat Fahrenheit atau sekitar minus 18 derajat Celsius.

Termometer kulkas dapat membantu apabila perangkat tidak memiliki indikator suhu yang jelas. Alat sederhana ini memberikan gambaran lebih objektif dibanding hanya mengandalkan rasa dingin ketika pintu dibuka.

Isi kulkas juga sebaiknya tidak terlalu padat. Udara dingin membutuhkan ruang untuk bersirkulasi agar suhu lebih merata.

Namun, membiarkan pintu kulkas terbuka terlalu lama juga bukan kebiasaan baik. Tentukan bahan yang akan diambil sebelum membuka pintu sehingga udara dingin tidak banyak terbuang.

Kebiasaan tersebut menjadi semakin relevan ketika konsumsi listrik rumah tangga meningkat. Data PLN mencatat konsumsi listrik sektor rumah tangga mencapai 67,14 TWh pada semester pertama 2025, tumbuh 5,13 persen dibanding periode yang sama setahun sebelumnya.

 

Jangan Mengandalkan Bau dan Penampilan Saja

Sebagian keluarga memiliki kebiasaan mencium makanan untuk menentukan apakah masih aman dikonsumsi. Pemeriksaan bau memang berguna untuk mengenali perubahan kualitas, tetapi tidak cukup sebagai satu-satunya ukuran keamanan.

Makanan dapat mengandung mikroorganisme penyebab penyakit tanpa selalu menunjukkan perubahan warna, rasa, atau aroma yang mudah dikenali.

Karena itu, waktu penyimpanan perlu ikut diperhatikan. Beri tanggal pada wadah makanan matang atau bahan yang sudah dibuka apabila isi kulkas cukup banyak.

Prinsip first in, first out juga mudah diterapkan di rumah. Bahan yang lebih dahulu dibeli diletakkan di bagian yang mudah terlihat agar digunakan lebih dulu.

Strategi tersebut sekaligus membantu mengurangi makanan yang terbuang. United Nations Environment Programme memperkirakan sekitar 1,05 miliar ton sampah makanan dihasilkan pada 2022 dari sektor rumah tangga, layanan makanan, dan ritel.

Sekitar 631 juta ton di antaranya berasal dari rumah tangga. Angka itu setara dengan rata-rata sekitar 79 kilogram sampah makanan per orang dalam setahun.

 

Belanja Sedikit tetapi Terencana Bisa Lebih Efisien

Kulkas penuh sering memberikan kesan rumah memiliki persediaan yang aman. Namun, terlalu banyak bahan justru membuat sebagian makanan terlupakan sampai akhirnya rusak.

Belanja berdasarkan rencana menu dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana. Tentukan makanan untuk beberapa hari, periksa isi kulkas, kemudian beli kekurangannya.

Buah dan sayuran yang lebih cepat matang bisa ditempatkan di area yang terlihat. Sementara bahan yang membutuhkan suhu rendah harus segera disimpan setelah sampai rumah.

Makanan matang juga sebaiknya ditempatkan dalam wadah bersih dan tertutup. Pisahkan dari bahan mentah untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Kebiasaan menyimpan makanan saat cuaca panas akhirnya tidak membutuhkan rutinitas yang rumit. Kuncinya berada pada waktu, suhu, kebersihan, dan jumlah belanja yang realistis.

Di tengah periode kemarau September, rumah tangga dapat memulai dari perubahan kecil: membeli secukupnya, segera mendinginkan bahan yang mudah rusak, menjaga suhu kulkas, dan menggunakan persediaan lama lebih dahulu.

Cara tersebut membantu makanan tetap layak dikonsumsi, mengurangi pemborosan, sekaligus membuat belanja rumah tangga terasa lebih terukur.