Serahkan Mahar Pernikahan Buat Bantu Warga Palestina

Muhammad Taufiq

Selasa, 28 Mei 2019 - 12:00

JATIMNET.COM, Aceh - Meskipun jarak memisahkan Palestina-Indonesia, tapi kedekatan warga dari dua kutub peradaban bangsa itu seolah tak berjarak. Terbukti, krisis kemanusiaan yang menghimpit masyarakat Palestina selalu dirasakan masyarakat di tanah air.

Tak hanya menggerakkan kepedulian untuk Palestina, publik Indonesia juga ikhlas memberikan harta terbaiknya untuk membantu warga Palestina. Kisah keikhlasan ini baru-baru ini datang dari Aceh Selatan. Semua berawal dari tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh saat menggelar roadshow syekh dari Palestina pada Selasa 21 Mei 2019.

Dikutip dari situs www.act.id, kala itu Syekh Ibrahim As-Sumairi yang datang ke Aceh. Ia dijadwalkan mengisi ceramah selepas salat Asar di Masjid Agung Istiqamah, Tapaktuan, Aceh Selatan. Roadshow tersebut mengajak masyarakat berpartisipasi membantu Palestina yang menderita akibat blokade Israel.

BACA JUGABuka Puasa Bareng Pengungsi Muslim Uighur di Turki

Pemaparan kondisi Palestina terkini oleh Syekh Ibrahim As-Sumairi mengundang empati warga Tapaktuan yang hadir pada saat itu. Beragam donasi kemanusiaan untuk Palestina diberikan, salah satunya selembar amplop yang berisi surat dan donasi dari hadirin.

Pada surat itu, tertulis bagaimana penulis amat berempati dengan penderitaan bangsa Palestina. Ia pun menyumbangkan harta terbaiknya, yakni mahar pernikahan berupa emas.

"Jadi di amplop itu ada surat serta kalung emas seberat 13 gram 300 mili. Tidak ada keterangan nama pengirimnya. Berdasarkan surat emas, diketahui emas itu dibeli pada 23 Mei 2016 yang distempel atas nama salah satu toko mas di Tapaktuan," kata Munandar, anggota tim ACT yang mengurus agenda roadshow kala itu. 

Surat ditulis tangan sebanyak dua paragraf. Si pengirim menyampaikan bahwa emas tersebut merupakan mahar dari suaminya tercinta yang diberikan kepadanya. Ia membolehkan emasnya dikonversi menjadi uang agar bisa membantu Palestina.

Katanya, ia terinspirasi dari kisah pengusaha batik di Yogyakarta yang ingin membawa harta kekayaannya sampai meninggal. Si pengusaha rajin bersedekah. Hartanya disumbangkan kepada masjid, anak yatim, madrasah, pesantren, dan orang-orang yang membutuhkan. Dengan begitu, amalan tersebut diharapkan dapat dihisab di akhirat kelak.

Berikut isi secarik surat kemanusiaan dari warga Tapaktuan, Aceh Selatan:

Assalamu’alaikum wr.wb

Selamat datang saudaraku dari negeri para nabi. Kisah Haji Usman, pengusaha batik di Yogyakarta menginspirasi saya. Saat seseorang bertanya padanya bagaimana ia begitu mudah menginfakkan hartanya, begitu ringan dalam bersedekah, tidak cinta pada harta? Ia menjawab “ saking cintanya dan sayangnya saya sama harta, sampai-sampai saya tidak rela meninggalkan harta saya di dunia ini, saya tak mau berpisaha dengannya meskipun saya mati. Makanya, saya titip pada masjid, pada anak yatim, ada madrasah, pada pesantren, pada pejuang dakwah, dan pada mereka yang membutuhkan.

Karena itu, saya ingin menitipkan emas ini (mahar dari suami tercinta) untuk keperluan saudara-saudariku di Palestina sana. Silahkan jika ingin ditukarkan dalam bentuk uang. Sampaikan salam saya kepada saudara-saudara di Palestina.

Baca Juga

loading...