Jumat, 13 February 2026 08:00 UTC

Pemotongan pita oleh Assisten I Setda Gresik Suprapto saat meresmikan pengoperasian eskalator di Masjid Maulana Malik Ibrahim. Foto: Agus Salim.
JATIMNET.COM, Gresik – Tidak sekadar seremonial, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-539 Kabupaten Gresik juga kembali menghadirkan beragam program bagi warga.
Salah satunya, pengoperasian eskalator di kawasan Masjid Maulana Malik Ibrahim yang menjadi ikon wisata religi sekaligus lokasi ziarah terbesar di Kota Santri.
Operasional eskalator itu ditandai dengan peresmian oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Suprapto.
Dalam peresmian, Suprapto yang didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pengurus Takmir Masjid Agung Gresik (MAG) melakukan potong pita.
Kegiatan itu juga diisi dengan istigasah dan doa bersama dalam rangkaian peringatan HUT kabupaten dan HUT ke-25 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.
Nantinya, keberadaan eskalator diharapkan menjadi fasilitas publik yang ramah bagi seluruh kalangan. Selain itu, meningkatkan sarana dan prasarana di Masjid Agung Gresik.
Suprapto mengatakan bahwa keberadaan eskalator di Masjid Agung Gresik dinilai sudah mendesak. Penilaian ini berdasarkan beragam kalangan pengunjung dengan karakteristiknya masing-masing.
"Adanya eskalator tersebut untuk mempermudah lansia, ibu hamil, dan masyarakat kebutuhan khusus agar mendapat akses lebih mudah mencapai lantai atas Masjid Agung Gresik," kata Suprapto.
Assisten I Setda Gresik Suprapto mencoba eskalator yang operasionalnya baru saja diresmikannya di Masjid Maulana Malik Ibrahaim. Foto: Agus Salim.
"Masjid Agung Gresik kerap menjadi pusat aktivitas keagamaan berskala besar. Mulai salat berjamaah, pengajian akbar, hingga perhelatan hari besar Islam. Eskalator menjadi bagian dari transformasi layanan yang lebih ramah, inklusif, dan modern," pungkasnya.
Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa'diyah menambahkan, pemasangan eskalator melengkapi fasilitas modern di masjid. Keberadaannya untuk meningkatkan kenyamanan pada jemaah dalam beribadah.
"Selain Masjid Agung Gresik, pemasangan eskalator nantinya juga akan dilakukan di Masjid KH Robach Ma'shum Islamic Center Balongpanggang," ungkapnya di Masjid Agung Gresik.
Ida berharap agar masyarakat turut menjaga dan merawat fasilitas eskalator agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu, juga terus menghidupkan kegiatan keagamaan dan menjadi pusat edukasi serta sosial masyarakat.
Sementara itu, Sekertaris Masjid Agung Gresik Ahmad Jazuli mengatakan bahwa terkait pemeliharan, pihaknya telah diberi pelatihan. Mulai dari perawatan dan pengoperasiannya.
"Kami sudah diberi pelatihan terkait pemeliharaan dan pengoperasiannya. Eskalator akan difungsikan di jam-jam tertentu, khususnya pada salat lima waktu," tambahnya.
Pihaknya berharap agar keberadaan eskalator dapat memberikan kenyamanan para jemaah saat menuaikan ibadah salat berjemaah, termasuk tarawih pada bulan Ramadan.
"Alhamdulillah, masjid yang berdiri sejak 25 tahun lalu ini kini memiliki fasilitas penunjang kenyamanan jamaah, sekaligus membantu program-program keagamaan di sini," ungkapnya.
Mukhlisun, 62 tahun, salah satu warga menyambut positif pengoperasian eskalator tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas itu sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan spiritual dan fisik warganya.
"Semoga ini bisa menjadi percontohan. Selain itu, tentunya memberikan kenyamanan terutama bagi lansia yang akan melaksanakan ibadah," katanya. (adv/inforial)
