JATIMNET.COM, Surabaya - Senator Elizabeth Warren berjanji akan memecah Amazon, Google dan Facebook untuk mempromosikan kompetisi yang lebih sehat di sektor teknologi.

Senator dari Partai Demokrat ini berjanji melakukannya jika terpilih sebagai presiden AS.

Dikutip dari Reuters Sabtu 9 Maret 2019, dalam kampanye untuk maju sebagai kandidat presiden dari Demokrat, Warren menyebut jika sudah saatnya melawan dominasi perusahaan teknologi terbesar di Amerika.

"Kami punya perusahaan raksasa yang berfikir bahwa mereka menguasai bumi," katanya di depan sekitar 300 massa di kota Long Island Jumat 8 Maret 2019.

BACA JUGA: Jegal Trump, Lima Perempuan Demokrat Maju di Pilpres AS

Warren menambahkan jika perusahaan teknologi besar datang ke kota, negara dan merisak semua orang agar melakukan apa yang mereka inginkan dan "menggulung" bisnis kecil dan startup yang mengancam.

"Raksasa tak boleh membeli kompetisi. Kompetisi membutuhkan kesempatan agar berkembang" katanya.

Sejumlah peserta kampanye mengaku tak tahu banyak tentang proposal Warren namun mereka percaya keahliannya.

"Apa yang saya suka adalah ia sedang menawarkan ide besar. Saya rasa ini penting," kata pengacara Kate Aufses 32. Kate mengatakan belum memutuskan kandidat Demokrat mana yang hendak dipilih sebagai calon presiden.

BACA JUGA: Amazon Akuisisi Startup Baru Lagi

Sebelumnya, Warren mengatakan di sebuah post di medium.com/@teamwarren/here-how-we-can-break-up-big-tech-9ad9e0da324c, bahwa ia akan mengumumkan nominasi aturan untuk membuka sejumlah akuisisi yang dilakukan perusahaan besar Amerika.

Seperti perjanjian Facebook dengan Whatsapp dan Instagram, Amazon dengan Whole Foods dan Zappos, juga pembelian Google atas Waze, Nest dan DoubleClick.

Politisi perempuan itu juga menawarkan legislasi untuk melarang perusahaan pemilik marketplace seperti Google dan Amazon untuk mundur dari kompetisi di platform mereka masing-masing. Ini artinya, aturan itu akan melarang Amazon untuk berjualan di marketplace milik Amazon sendiri .

BACA JUGA: Google Tolak Hapus Aplikasi Pemantau Perempuan Buatan Arab Saudi

Amazon sebelumnya menggagalkan rencana membangun pos penting di kota tak jauh dari tempat Warren berkampanye. Perusahaan milik orang terkaya sejagad Jeff Bezos, menyebut pembatalan kantor yang akan menyerap sekitar 25 ribu pekerja itu dikarenakan sikap oposisi dari pemimpin lokal.

Saham Facebook Inc (FB.O) ditutup naik 0.3 persen Jumat, sedangkan Google Alphabet Inc turun 0,008 persen , Amazon.com Inc turun 0,3 persen.

Reutes menulis adalah hal yang jarang dilakukan pemerintah AS untuk menggagalkan sebuah perjanjian yang telah mapan.

Kasus yang paling populer terkait ini adalah upaya pemerintah untuk memecah Microsoft. Departemen keadilan meraih kemenangan di tahun 2000 namun kemudian putusan itu dipatahkan setelah banding. Kasus ditutup dengan kondisi Microsoft  tetap utuh.