JATIMNET.COM, Surabaya - Sejumlah pendatang di Kota Surabaya kecewa karena gagal mengurus surat pindah pilih (A5) untuk mengikuti pemilihan umum (pemilu) pada 17 April 2019 mendatang.

Pengambilan nomor antrean yang ditutup pukul 16.00 WIB membuat sebagian warga tidak bisa mengurus ketika pulang bekerja. Padahal Rabu 10 April 2019 adalah hari terakhir pengurusan surat pindah pilih.

Dedy Wijaya (35), yang merupakan pegawai Ibis Hotel mengaku diperintahkan atasannya secara mendadak untuk mengurus surat pindah pilih.

"Hari ini saya diberi kabar kalau bos saya di Jakarta bertugas di Surabaya ketika pemilu berlangsung. Makanya saya disuruh mengurus surat A5 ini," katanya.

BACA JUGA: Hari Terakhir Pengurusan Surat Pindah Pilih, KPU Kebanjiran Permintaan

Ia merasa kecewa dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena ada batas pengambilan antrean. Padahal info yang beredar waktu lalu pelayanan pengurusan perpindahan ini berlangsung hingga malam.

"Jadi harusnya hari ini tidak malah dibatasi, tapi dihabiskan yang sudah datang," kata Dedy.

Komisioner KPU Surabaya Divisi Perencanaan dan Data Robiyan Arifin sudah memrediksi jika di akhir waktu pengurusan A5 akan membeludak. Namun ia mengaku tidak bisa membantu warga yang datang melebihi waktu yang sudah ditentukan.

"Kami mohon maaf karena tidak bisa melayani semuanya. Kami tetap taat pada peraturan bahwa ketetapan dari MK pada 10 april pukul 16.00 harus selesai semuanya," katanya.

BACA JUGA: Supaya Tak Golput di Pemilu 2019

Seharusnya masyarakat sudah mengurus kartu ini sejak awal pembukaan, apalagi Kota Surabaya merupakan kota metropolitan yang banyak pendatang baik pekerja maupun kuliah.

Roby menjelaskan warga mulai ramai mengurus kartu A5 sejak Senin 8 April 2019 lalu, yang mencapai kurang lebih 500 warga. Padahal seperti diketahui sejak diputuskan perpanjangan oleh MK pada 28 Maret lalu, KPU Surabaya sudah melayani mulai tanggal 29 Maret.

"Jadi pada 1 April paling hanya 50 sampai 100 orang saja yang megurus A5. Namun beberapa hari ini mencapai 500 lebih. Bahkan hari ini mencapai 700 warga," kata dia.

Pantauan Jatimnet.com, pukul 15.00 WIB KPU Surabaya masih dipadati oleh warga yang mengurus surat perpindahan. Dari antrean tersebut terdapat beberapa warga yang sudah mengambil nomor dan sebagian lagi tidak kebagian.

Setelah pukul 16.00 WIB, warga yang belum menerima antrian sudah tidak bisa melanjutkan pengurusan pindah pilih karena sudah ditutup. Akhirnya beberapa warga langsung bergegas pulang, dan ada juga yang masih menunggu di depan Gedung KPU Surabaya.