Sejumlah Arsitek Tersohor Ini Terlibat Pengembangan Banyuwangi

David Priyasidharta

Sabtu, 16 Maret 2019 - 13:16

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melibatkan sejumlah arsitek tersohor dalam pengembangan daerah selama delapan tahun tertakhir ini. Mereka terlibat dalam mengembangkan berbagai ruang publik, mulai bandara, taman, destinasi wisata, hotel, lembaga pendidikan, hingga Puskesmas.

Dalam Festival Arsitektur Nusantara di Banyuwangi, Kamis hingga Jumat, 14 - 15 Maret 2019, sejumlah arsitek memaparkan pengalamannya ketika terlibat mengembangan daerah di ujung timur pulau Jawa ini.

Dalam keterangan resmi yang diterima Jatimnet.com, Jumat 15 Maret 2019, arsitek Yori Antar mengatakan, selama ini ada kecenderungan arsitek ogah bermitra dengan pemerintah. Selain soal administrasi yang relatif tidak memahami dunia arsitektur, terkadang paradigma aparat birokrasi juga tidak selaras dengan cara pandang arsitek.

BACA JUGA: Geliat Arsitek Muda Banyuwangi Mewarnai Desain Lokal

“Tapi saya sering bilang ke teman-teman arsitek, jangan malas bermitra dengan pemerintah. Karena, ini sama dengan kita membantu republik ini,” ujar Yori yang dikenal dengan julukan “Pendekar Arsitektur Nusantara”.

Berbeda ketika berada di Banyuwangi. “Nah kalau di Banyuwangi para arsitek senang karena Pak Azwar Anas punya komitmen dan keyakinan bahwa arsitektur bisa membawa daerah menjadi lebih baik,” imbuh Yori.

Di Banyuwangi, menurut Yori, masyarakat dan arsitekturnya berada dalam satu gerak. Masyarakat disiapkan bersinergi dengan arsitektur yang sengaja dirancang berfungsi sosial budaya.

Penyiapan masyarakat itu misalnya mendorong pengembangan budaya dan tradisi lokal melalui festival.

BACA JUGA: Banyuwangi Kembangkan Destinasi Wisata Arsitektur

"Hasilnya, antara arsitektur dan masyarakat tidak ada jarak. Banyak juga pemimpin daerah yang menyenangi arsitektur, tapi tidak menyiapkan masyarakatnya," katanya.

Akhirnya, arsitekturnya berjarak, jadi monumen mati. "Tapi, tidak untuk Banyuwangi. Di sini lah kelebihan Banyuwangi," kata Yori yang menggarap ruang terbuka hijau dan destinasi di Banyuwangi.

Arsitek Budi Pradono, yang mengarsiteki Stadion Diponegoro dengan ornamen penari Gandrung dan Pantai Grand Watudodol, mengatakan, pelibatan arsitek adalah langkah terobosan karena mampu mendorong kemajuan pariwisata daerah.

Arsitek Denny Gondo mengatakan saat ini justru banyak arsitek yang ingin berkontribusi mengembangkan Banyuwangi.

BACA JUGA: Ratusan Arsitek Ikuti Festival Arsitektur Nusantara di Banyuwangi

“Seperti saya, sejak dengar bagaimana perubahan Banyuwangi, ingin sekali berkontribusi buat Banyuwangi. Senang banget akhirnya saya diajak pengembang hotel dan PT INKA mendesain proyek mereka di Banyuwangi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Azwar Anas berterima kasih kepada para arsitek yang telah berkontribusi untuk Banyuwangi.

“Banyuwangi bukan kota besar, sedangkan arsitek-arsitek ini karyanya lintas negara. Kami senang mereka antusias karena mungkin merasa cocok. Seperti Andra Matin (arsitek terminal hijau Bandara Banyuwangi) yang telepon saya, bilang bahwa kantor arsitekturnya punya CSR, jadi bisa membantu Banyuwangi mendesainkan bangunan yang akan digarap,” katanya.

Baca Juga

loading...