Sedia Toga di Kala Pancaroba

M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 28 Maret 2019 - 14:10

JATIMNET.COM, Sidoarjo – Memasuki masa pancaroba atau pergantian musim dari hujan ke kemarau, sering menyebabkan daya tahan tubuh lemah sehingga menyebabkan sakit seperti batuk, flu, dan demam.

Cuaca seperti itu tidak begitu dikhawatirkan bagi warga Sekardangan, Sidoarjo yang tergabung dalam Kelompok Asuhan Mandiri (Asman) Pesona Telulikur. Mereka memiliki cara tersendiri untuk menghadapi masa pancaroba.

Salah satunya dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga (Toga) sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi masalah gangguan kesehatan ringan.

Ketua Asman Pesona Telulikur Esther Erawati mengatakan, Toga dengan berbagai jenis ditanam anggota kelompok di sekitar rumah masing-masing agar bisa setiap saat dimanfaatkan ketika butuh.

BACA JUGA: Mengapa Obat Memiliki Tanggal Kedaluwarsa?

"Tanaman Toga bisa membantu untuk pencegahan dan pengobatan penyakit ringan di tengah cuaca yang tidak menentu,” kata Esther Erawati, Kamis 28 Maret 2019.

Selain itu, kata Esther, dengan memanfaatkan Toga juga bisa menghindarkan masyarakat dari konsumsi obat-obatan kimia.

"Kalau dengan Toga, masyarakat hanya mengonsumsi obat herbal tanpa adanya bahan kimia," ucapnya.

Esther mengaku Kelompok Asman Pesona Telulikur ini baru dibentuk tahu 2018 lalu. Sejak itu, kelompok ini selalu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menanam dan merawat Toga di rumah masing-masing.

BACA JUGA: Khasiat Belimbing Wuluh untuk Obat Alami

Sementara itu, Ketua RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo Edi Priyanto mengaku bangga dengan asyarakat yang saat ini bersemangat menanam Toga di rumah masing-masing.

Edi mengatakan pada tahun 2017 tercatat hanya memiliki 23 jenis Toga yang ada di wilayahnya dan terus bertambah seiring manfaat berbagai tanaman ini yang dirasakan warga.

"Tahun 2018 sudah bertambah menjadi 33 jenis dan hingga Maret 2019 bertambah lagi menjadi 47 jenis tanaman Toga,” kata Edi.

BACA JUGA: Siswa SMA Di Ponorogo Ciptakan Obat Nyamuk dari Daun

Menurut Edi, semakin banyaknya jenis Toga yang ada di wilayahnya membuat warga terlibat dalam edukasi yang dilakukan oleh kelompok. Warga tidak segan mengajarkan ke masyarakat lain yang ingin belajar merawat Toga di rumahnya.

"Beberapa sekolah di Sidoarjo pernah belajar banyak di wilayah kami soal Toga dan sampah," ucapnya.

Edi berharap dengan banyaknya jenis Toga yang ada saat ini bisa membantu masyarakat yang ada di Sidoarjo dan sekitarnya untuk pencegahan dan pengobatan penyakit ringan di kala pancaroba.

Baca Juga

loading...