Logo

Sebelum Pelihara Anjing, Siapkan 7 Hal Ini

Anjing bisa menjadi teman keluarga bertahun-tahun, tetapi keputusan memeliharanya seharusnya dimulai dari kesiapan, bukan spontanitas.
Reporter:,Editor:

Minggu, 04 October 2026 07:30 UTC

Sebelum Pelihara Anjing, Siapkan 7 Hal Ini

Ilustrasi: Sehat sebelum diajak jalan. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Anjing peliharaan bisa menghadirkan suasana berbeda di rumah. Ia menyambut pemilik ketika pulang, menemani aktivitas keluarga, hingga menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Namun, keputusan memelihara anjing jauh lebih panjang daripada kegembiraan ketika pertama membawanya pulang. Ada makanan, ruang, waktu, kesehatan, kebersihan, latihan, hingga biaya yang harus dipikirkan.

Aspek kesehatan juga tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab tersebut. Pemerintah menempatkan anjing sebagai salah satu hewan penular rabies yang perlu mendapat perhatian dalam program pengendalian penyakit.

Kementerian Pertanian menetapkan cakupan vaksinasi lebih dari 70 persen populasi sebagai sasaran vaksinasi massal rabies. Dalam laporan kinerja 2024, pelaksanaan vaksinasi rabies pemerintah mencakup 30 provinsi dengan target 350.610 dosis pada wilayah tertular dan perbatasan.

Menjelang akhir 2026, upaya itu masih diperkuat. Pada September 2026, Direktorat Kesehatan Hewan bersama Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma di Surabaya menyiapkan tambahan 50.000 dosis vaksin Neo Rabivet untuk mendukung pengendalian rabies di berbagai wilayah Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan satu hal sederhana: memiliki anjing bukan hanya persoalan kesenangan pribadi. Kesehatan hewan juga berkaitan dengan kesehatan manusia dan lingkungan.

 

1. Pastikan Semua Penghuni Rumah Setuju

Kesalahan pertama sering terjadi bahkan sebelum anjing tiba di rumah. Satu anggota keluarga sangat ingin memelihara, sedangkan anggota lainnya hanya mengiyakan. Beberapa minggu kemudian muncul persoalan tentang bulu, bau, suara, kebersihan, atau siapa yang harus membersihkan kotorannya.

Kesepakatan keluarga karena itu menjadi langkah pertama. Tanyakan siapa yang akan memberi makan pada pagi hari. Siapa yang mengajak berjalan? Siapa yang membersihkan area buang air? Siapa yang membawanya ke dokter hewan?

Pertanyaan tersebut terlihat sepele ketika anjing masih lucu dan baru datang. Jawabannya menjadi penting setelah rutinitas berlangsung berbulan-bulan.

Pertimbangkan pula keberadaan bayi, anak kecil, lansia, atau anggota keluarga yang memiliki kondisi tertentu terkait interaksi dengan hewan.

Memelihara anjing akan lebih nyaman ketika seluruh penghuni memahami konsekuensinya sejak awal.

 

2. Hitung Biaya Lebih dari Harga Makanan

Makanan biasanya menjadi pengeluaran yang paling mudah terlihat. Padahal kebutuhan anjing tidak berhenti di sana. Ada pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, obat antiparasit sesuai rekomendasi dokter hewan, perlengkapan makan, tali pengaman, kebutuhan kebersihan, serta kemungkinan biaya pengobatan ketika sakit.

Besarnya tentu berbeda menurut ukuran, usia, kondisi kesehatan, jenis makanan, serta layanan yang digunakan. Karena itu, jangan hanya bertanya, “Berapa harga anjingnya?”

Pertanyaan yang lebih penting justru, “Apakah saya mampu merawatnya selama bertahun-tahun?” Hewan dapat sakit pada saat kondisi keuangan keluarga sedang tidak ideal. Menyediakan dana khusus untuk kebutuhan kesehatan hewan dapat mengurangi risiko perawatan ditunda hanya karena pengeluaran datang tiba-tiba.


3. Rumah Besar Bukan Syarat, tetapi Ruang Harus Aman

Anggapan bahwa anjing hanya dapat dipelihara di rumah besar tidak selalu tepat. Kebutuhan ruang sangat bergantung pada ukuran, karakter, usia, serta tingkat aktivitas hewan. Rumah yang tidak terlalu luas tetap dapat menjadi tempat hidup yang baik jika pemilik mampu menyediakan aktivitas dan lingkungan yang sesuai.

Persoalannya justru muncul ketika anjing hanya diikat atau dikurung sepanjang hari. Peraturan Kementerian Pertanian mendefinisikan kesejahteraan hewan sebagai urusan yang berkaitan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut perilaku alaminya. Artinya, kebutuhan hewan tidak cukup dipenuhi hanya dengan membuatnya kenyang. Periksa pula keamanan rumah.

Pagar perlu diperhatikan agar anjing tidak mudah keluar ke jalan. Obat, cairan pembersih, benda tajam, kabel, serta bahan berbahaya sebaiknya tidak berada dalam jangkauan. Sediakan pula area beristirahat yang teduh, bersih, dan nyaman.

 

4. Siapkan Waktu untuk Bergerak dan Berinteraksi

Anjing membutuhkan aktivitas. Kebutuhannya tentu tidak seragam. Anak anjing, anjing dewasa, hewan senior, serta ras dengan karakter berbeda mempunyai kebutuhan aktivitas yang berbeda pula.

Namun, konsep dasarnya sama. Memelihara anjing berarti menyediakan waktu untuk berinteraksi. Aktivitas bisa berupa berjalan, bermain, latihan sederhana, atau kesempatan mengeksplorasi lingkungan secara aman.

Rutinitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Aktivitas dan interaksi juga membantu memenuhi kebutuhan perilaku hewan.
Karena itu, seseorang dengan jadwal sangat padat perlu mempertimbangkan siapa yang akan memenuhi kebutuhan tersebut ketika dirinya tidak berada di rumah.

Jangan sampai anjing dipilih karena cocok menemani akhir pekan, tetapi kemudian sendirian hampir sepanjang minggu.

 

5. Vaksinasi Jangan Menunggu Ada Masalah

Kesehatan preventif merupakan bagian penting dari pemeliharaan anjing. Program pemerintah menunjukkan besarnya perhatian terhadap rabies. Kementerian Pertanian menggunakan cakupan sedikitnya 70 persen populasi sebagai standar penting dalam penyediaan vaksin di tingkat kabupaten atau kota untuk pengendalian rabies.

Angka 70 persen bukan target yang muncul tanpa alasan kebijakan. Cakupan populasi menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan terhadap penyebaran penyakit.

Pemilik karena itu perlu berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai vaksinasi yang sesuai dengan usia, riwayat kesehatan, serta kondisi wilayah.

Jangan membuat jadwal sendiri berdasarkan informasi acak di media sosial. Pemeriksaan rutin juga membantu menemukan masalah sebelum kondisinya memburuk. Perubahan nafsu makan, aktivitas, berat badan, kulit, bulu, feses, atau perilaku dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi.

Kesehatan anjing sebaiknya dikelola sebelum sakit, bukan baru dipikirkan ketika muncul keadaan darurat.

 

6. Latihan Dasar Bukan untuk Membuat Anjing Bergaya

Duduk, diam, datang ketika dipanggil, dan berjalan menggunakan tali sering dianggap sekadar atraksi. Padahal latihan dasar memiliki fungsi praktis.

Bayangkan anjing tiba-tiba berlari menuju jalan. Kemampuan merespons panggilan pemilik dapat berkaitan langsung dengan keselamatannya.

Begitu pula ketika bertemu orang lain. Anjing perlu belajar berinteraksi tanpa melompat, mengejar, atau membuat orang yang tidak terbiasa dengan hewan merasa terancam.

Latihan sebaiknya dilakukan secara konsisten dengan pendekatan yang tidak menyakiti. Pemilik pun perlu belajar. Banyak persoalan perilaku sebenarnya tidak selesai hanya dengan memarahi hewan karena penyebabnya bisa berkaitan dengan ketakutan, kurang aktivitas, lingkungan, atau pola interaksi yang tidak tepat.

 

7. Pikirkan Kehidupan Anjing Beberapa Tahun ke Depan

Bagian terakhir justru paling mudah terlupakan. Keinginan memelihara muncul hari ini, tetapi kehidupan manusia terus berubah.
Pemilik mungkin menikah, mempunyai anak, pindah kota, berganti pekerjaan, tinggal di rumah yang berbeda, atau mengalami perubahan kondisi ekonomi.

Di mana anjing berada ketika perubahan itu terjadi?

Pertanyaan tersebut layak dipikirkan sebelum mengadopsi atau membeli hewan.

Hari Hewan Sedunia yang diperingati setiap 4 Oktober dapat menjadi pengingat bahwa kesejahteraan hewan tidak hanya berkaitan dengan tindakan terhadap hewan liar atau satwa langka. Tanggung jawab paling dekat justru dapat dimulai terhadap hewan yang tinggal bersama manusia.

Memelihara anjing pada akhirnya adalah komitmen jangka panjang. Kasih sayang tetap penting. Namun, rumah yang aman, waktu, biaya, aktivitas, latihan, pemeriksaan kesehatan, dan vaksinasi membuat kasih sayang tersebut benar-benar mempunyai bentuk.
Sebelum memelihara anjing, tujuh kesiapan itu layak diperiksa terlebih dahulu.

Sebab keputusan terbaik bukan sekadar membawa seekor anjing pulang, tetapi memastikan ia tetap mempunyai rumah yang layak ketika tidak lagi kecil dan menggemaskan.