Sabtu, 03 October 2026 23:56 UTC

Suasana Nobar film Istimewa bersama penyandang disabilitas di CGV Sunrise Mall Mojokerto. Foto: Karin
JATIMNET.COM, Mojokerto – Puluhan hingga ratusan penyandang disabilitas memadati CGV Sunrise Mall, Kota Mojokerto, Minggu sekitar pukul 14.00 WIB. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa datang untuk menyaksikan film sekaligus menikmati ruang kebersamaan.
Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PKS, Meitri Citra Wardani, turut hadir dalam kegiatan nonton bareng (nobar) film Istimewa. Ia menyapa para penyandang disabilitas yang datang dan berinteraksi dengan mereka sebelum film diputar.
Film Istimewa menghadirkan sejumlah aktor ternama, seperti Matias Muchus dan Agus Kuncoro. Film tersebut juga melibatkan sejumlah penyandang disabilitas yang dikenal sebagai influencer.
Cerita dalam film itu mengajak penonton melihat kehidupan penyandang disabilitas dari sudut pandang berbeda. Film tidak hanya menggambarkan keterbatasan, tetapi juga menunjukkan kemampuan, perjuangan, dan potensi yang dimiliki penyandang disabilitas.
Sejumlah penonton bahkan terlihat meneteskan air mata ketika mengikuti beberapa adegan. Cerita dalam film tersebut menggambarkan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki mimpi dan kesempatan yang sama untuk berkarya.
Bagi Meitri, kegiatan nobar tersebut tidak sekadar menjadi sarana hiburan. Ia ingin kegiatan itu sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas.
“Dalam hal ini saya mewakili aspirasi masyarakat. Tidak hanya masyarakat yang memiliki kesempurnaan, tapi mereka-mereka ini pula memiliki potensi yang harus dilindungi, memiliki hak yang sama,” kata Meitri.
Ia menilai pemerintah dan masyarakat perlu memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas di berbagai sektor. Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah memastikan fasilitas umum dapat diakses dan digunakan secara layak.
“Setiap fasilitas umum di mana pun berada, baik itu kesehatan atau apa, kita wajib menyiapkan untuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Kegiatan nobar itu menargetkan sekitar 200 penonton. Antusiasme peserta menunjukkan perhatian masyarakat terhadap isu kesetaraan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Meitri juga mendorong pemerintah daerah, baik pemerintah kota maupun kabupaten, untuk lebih aktif menyediakan ruang bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, ruang tersebut penting untuk mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni, musik, olahraga, hingga berbagai bentuk kreativitas lainnya.
“Jangan berkecil hati. Mereka ini punya potensi yang bisa digali. Mereka bisa nyanyi, bisa main musik, bisa berkarya,” tuturnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah tidak harus menjalankan upaya tersebut sendirian. Pemerintah daerah dapat membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas.
Meitri menyebut Mojokerto memiliki arti khusus baginya. Selain menjadi lokasi kegiatan, Mojokerto merupakan tanah kelahirannya sekaligus bagian dari daerah pemilihan yang diwakilinya sebagai anggota DPR RI.
Karena itu, ia berharap kegiatan seperti nobar film Istimewa dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi, termasuk dari kelompok penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan tersebut, Meitri ingin menyampaikan pesan bahwa keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi mimpi. Dengan ruang, kesempatan, dan dukungan yang memadai, penyandang disabilitas memiliki potensi untuk terus berkembang dan berkarya.
