Santri Juga Harus Bisa "Jigang"

Hari Istiawan

Jumat, 22 Maret 2019 - 19:05

JATIMNET.COM, Malang – Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) bekerja sama dengan PT Perusahaan Gas Negara melatih para wirausaha muda di Pondok Pesantren Al Huda Klakah, Patokpicis, Wajak, Malang, Jawa Timur.

“Santri tidak hanya bisa ngaji dan dakwah saja, namun juga bisa menjadi penggerak ekonomi umat. Kalau di Kudus, dikenal dengan istilah “Gus Jigang” (ngaji dan dagang),” kata Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU), KH Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin), dalam rilis yang diterima Jatimnet.com, Jumat 22 Maret 2019.

Menurut dia, pesantren memiliki potensi serta kewajiban dalam mempersiapkan mental dan pengetahuan usaha bagi santri dan masyarakat sekitarnya agar siap menghadapi tantangan peluang usaha yang semakin kompleks.

BACA JUGA: Program Santripreneur Kemenperin Diikuti Ribuan Peserta

Menurut Gus Rozin, Pesantren telah memiliki basis yang kuat, yaitu santri, alumni  dan masyarakat sekitar pesantren. Tiga komponen tersebut selain menjadi obyek, juga harus menjadi subjek dalam pemberdayaan. Berjalannya fungsi pemberdayaan ini akan menjadi penggerak ekonomi umat.

Ditambahkan Gus Rozin, yang juga staff khusus presiden bidang keagamaan dalam negeri tersebut, workshop pengembangan UMKM berbasis pesantren kali ini berfokus pada pelatihan pembudidayaan jamur tiram.

“Lahan tidak harus luas, modal usaha yang terjangkau, dan hasil yang bisa dipetik setiap hari merupakan sekian alasan utama bagi UMKM di pesantren untuk mencoba peluang di bidang agribisnis,” ungkapnya.

BACA JUGA: Beras Analog Karya Santriwati Genggong Juara Internasional

Sementara itu, perwakilan dari manajemen PT PGN Santiaji Gunawan berharap hasil kerjasama antara RMI NU dan PT PGN ini mampu menghasilkan para wirausahawan dari kalangan pesantren.

“Dari pesantren diharapkan lahir wirausaha-wirausaha muda yang mampu memimpin dunia usaha,” terang  Santiaji yang menjabat sebagai Group Head of Strategic Stakeholder Management PGN.

Dalam kegiatan selama dua hari (20-21 Maret 2019) ini, diikuti sekitar 120 peserta dari elemen pesantren, masyarakat sekitar, dan pelaku UMKM. Pelatihan budi daya jamur tiram ini dipandu Dr. Damanhuri dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang dan tim dari Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU Jawa Timur.

Baca Juga

loading...