Logo

Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Komnas PA Jatim Desak SPPG Diaudit

Reporter:,Editor:

Rabu, 02 September 2026 01:25 UTC

Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Komnas PA Jatim Desak SPPG Diaudit

Sejumlah santri dan santriwati di Sidoarjo menjalani perawatan di Rumah sakit, Selasa, 1 September 2026. Foto: Istimewa/dok warga

JATIMNET.COM, Surabaya – Ratusan santri dan santriwati di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 September 2026.

Mereka mengeluh pusing, mual hingga muntah dan telah dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian Komisi Nasional Perlindungan Anak Jawa Timur (Komnas PA Jatim). Sekjen Komnas PA Jatim Jaka Prima mendesak pemerintah mengevaluasi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sidoarjo Raya.

Evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan.

"Apakah SPPG sudah memenuhi syarat dan uji klinis yang baik? Ini harus dipastikan agar makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman," kata Jaka.

Jaka juga menyoroti dugaan masih banyaknya SPPG di Sidoarjo yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Menurut dia, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah.

"Jangan sampai operasional SPPG hanya sekadar formalitas. Anak-anak atau para santri jangan sampai dijadikan kelinci percobaan tanpa mempertimbangkan keamanan dan kesehatan makanan yang disajikan," ujarnya.

Karena itu, audit SPPG, menurut Jaka, harus dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya terhadap makanan yang dibagikan, tetapi juga kelayakan dapur, asal-usul bahan makanan, proses penyimpanan, pengolahan hingga distribusi.

Komnas PA Jatim juga meminta pemerintah memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian dalam operasional SPPG.

"Kami meminta sanksi tegas dan proses hukum jika ditemukan kelalaian maupun unsur kesengajaan dalam tidak dipenuhinya syarat operasional dapur MBG. Hal ini termasuk penghentian total operasional SPPG," tegas Jaka.

Adapun menu MBG yang disajikan kepada para santri terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

Hingga kini, dugaan penyebab para santri mengalami gejala keracunan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.