Logo

Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Pemkab Segera Periksa SPPG Kalitengah

Reporter:,Editor:

Selasa, 01 September 2026 16:33 UTC

Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Pemkab Segera Periksa SPPG Kalitengah

Sebagian besar korban keracunan diduga karena MBG, dirawat di RSUD Sidoarjo, Selasa, 1 September 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan ratusan santri yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mendapat penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan. Ia bahkan telah dua kali mengecek langsung kondisi pasien untuk memastikan pelayanan medis berjalan optimal.

"Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini. Kita kontrol semuanya, sudah tertangani dengan baik," kata Subandi, Selasa malam, 1 September 2026.

Salah satu rumah sakit tercatat menangani hampir 200 pasien. Menurut Subandi, kondisi para santri secara umum mulai membaik. Sebagian pasien nantinya dapat dipulangkan setelah tim medis memastikan kondisi mereka cukup sehat.

"Kalau yang di rumah sakit ini kurang lebih hampir 200-an, cuma sudah membaik semua," ujarnya.

Selain itu, sekitar 58 santri menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Hajar. Subandi menyebut kondisi pasien di rumah sakit tersebut juga relatif baik dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis.

"Yang di Rumah Sakit Siti Hajar kurang lebih hampir ada 58, cuma juga bagus semua. Makanya hari ini kita akan kita cek semuanya," katanya.

Sebanyak sekitar 15 pasien lainnya mendapat perawatan di Delta Surya. Subandi menyebut kondisi mereka relatif ringan.

"Kalau Delta Surya enggak banyak, sekitar kurang lebih sekitar 15-an. Cuma sana hanya ringan saja," ucapnya.

Subandi sekaligus membantah informasi yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Ia meminta masyarakat dan wali santri tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

"Jadi kalau ada berita yang meninggal itu hoaks, enggak benar," tegasnya.

Pemkab Sidoarjo juga meminta rumah sakit tidak terburu-buru memulangkan pasien. Pihak rumah sakit harus memastikan kondisi kesehatan setiap santri sebelum memberikan izin untuk kembali ke pondok pesantren.

"Sudah kita instruksikan direktur rumah sakit sampai anak ini selesai semuanya baru kita bolehkan pulang," kata Subandi.

 

Pemkab Sidoarjo Periksa SPPG Kalitengah

Selain memastikan penanganan medis, Pemkab Sidoarjo akan menelusuri persoalan yang berkaitan dengan penyediaan makanan MBG. Pemerintah daerah berencana memeriksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah pada Rabu (2/9/2026).

"Saya besok insyaallah akan kita cek ke sana, dengan semuanya dinas pengampu, termasuk perizinan," ujarnya.

Subandi mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui persoalan yang berkaitan dengan kejadian dugaan keracunan. Pemkab Sidoarjo akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam pemeriksaan.

"Masuk tim ke yang lain akan kita cek persoalannya apa di sana," tutur Subandi.

Pemkab Sidoarjo kini memprioritaskan pemulihan kondisi para santri. Di sisi lain, pemeriksaan terhadap SPPG Kalitengah dan pihak terkait akan dilakukan untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kejadian yang diduga berkaitan dengan makanan MBG tersebut.