Selasa, 01 September 2026 13:51 UTC

Sejumlah santri dan santriwati di Sidoarjo menjalani perawatan di Rumah sakit, Selasa, 1 September 2026. Foto: Istimewa/dok warga
JATIMNET.COM, Sidoarjo – Ratusan santri putra dan putri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 September 2026.
Keluhan kesehatan dialami sejumlah santri dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Mereka mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di lingkungan pondok pesantren.
Pengelola dan pihak terkait kemudian mengevakuasi para santri yang mengalami gangguan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah santri dibawa ke puskesmas terdekat, sementara lainnya mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Proses evakuasi berlangsung di lingkungan pondok pesantren. Sejumlah kendaraan, mulai mobil pribadi, ambulans Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kendaraan yayasan sosial, hingga kendaraan relawan, keluar masuk area pondok untuk mengangkut santri menuju fasilitas kesehatan.
Para santri juga ikut membantu proses evakuasi. Mereka menolong teman-temannya yang mengalami lemas dan kesulitan berjalan. Beberapa santri bahkan harus dibawa menggunakan peralatan seadanya menuju bagian depan pondok sebelum dinaikkan ke kendaraan.
“Banyak yang diduga keracunan, santri MTs dan Aliyah. Yang banyak dilarikan ke IGD RSUD Notopuro Sidoarjo,” ujar salah seorang santri saat ditemui di lokasi.
Santri tersebut menyebut para siswa sebelumnya menyantap menu MBG yang terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis dan baby corn, serta buah apel.
“Menu yang disajikan nasi, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis dan baby corn, serta apel,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada data resmi mengenai jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan. Jumlah santri yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan juga masih belum diketahui secara pasti.
Pihak pondok pesantren maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo belum memberikan keterangan resmi mengenai kejadian tersebut. Termasuk, belum ada penjelasan mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.
Karena itu, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Petugas perlu melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan para santri serta menelusuri makanan yang mereka konsumsi untuk mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan menu MBG atau faktor lain.
Sementara itu, proses evakuasi dan penanganan medis terhadap santri yang mengalami keluhan masih berlangsung. Data mengenai jumlah santri yang terdampak dan kondisi kesehatan mereka masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
