Logo

Usai Terpilih Ketum PBNU, Gus Kikin Ziarah ke Makam KH Hasyim Asy'ari Bawa Tongkat Pendiri NU

“Saya ada senang, ada rasa beban”
Reporter:,Editor:

Senin, 31 August 2026 23:08 UTC

Usai Terpilih Ketum PBNU, Gus Kikin Ziarah ke Makam KH Hasyim Asy'ari Bawa Tongkat Pendiri NU

Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim atau Gus Kikin saat berziarah ke makam kakeknya yang juga salah satu pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari. Foto: Humas PP Tebuireng

JATIMNET.COM, Jombang –  KH Abdul Hakim atau Gus Kikin langsung berziarah ke makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari setelah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.

Gus Kikin mendatangi kompleks makam keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026. Ia berziarah bersama KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah.

Momen ziarah tersebut berlangsung sakral. Gus Kikin berjalan menuju makam KH Hasyim Asy'ari sambil membawa tongkat milik pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.

Gus Kikin kemudian melakukan tabur bunga di makam KH Hasyim Asy'ari, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta sejumlah anggota keluarga besar PP Tebuireng yang dimakamkan di kompleks tersebut.

Ziarah itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan Gus Kikin setelah mendapat amanah memimpin PBNU. Sebelumnya, ia terpilih dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.

Gus Kikin memiliki hubungan keluarga langsung dengan KH Hasyim Asy'ari. Ia merupakan cicit Hadratussyaikh yang dikenal sebagai pendiri NU sekaligus pendiri PP Tebuireng.

 

Gus Kikin Akui Ada Beban Besar

Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU membuat Gus Kikin merasakan kebahagiaan sekaligus tanggung jawab besar. Ia menyebut amanah tersebut tidak ringan.

"Tadi pagi dari proses-proses yang panjang selama beberapa hari itu kemudian saya diamanahi untuk menjadi Ketua Umum PBNU," katanya.

Gus Kikin mengaku menyadari bahwa jabatan tersebut membawa tanggung jawab serius. Karena itu, ia tidak hanya merasakan kegembiraan setelah terpilih, tetapi juga beban untuk menjalankan amanah tersebut.

"Saya ada senang, ada rasa beban, karena itu merupakan sesuatu amanah yang cukup serius untuk bisa dipikirkan karena mengandung satu beban yang cukup berat," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga menyampaikan pesan kepada para santri Tebuireng agar terus mendalami warisan keilmuan KH Hasyim Asy'ari.

Menurutnya, para santri di Tebuireng memiliki kesempatan untuk mempelajari ilmu-ilmu yang dahulu diajarkan langsung oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

"Di Pondok Tebuireng inilah kita semuanya belajar ilmu-ilmu yang dulu diajarkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari. Ilmu-ilmu beliau itu sangat mendalam. Ilmu-ilmu beliau itu sangat-sangat dibutuhkan di masyarakat," jelasnya.

Ia meminta para santri mengambil pelajaran dari warisan keilmuan Hadratussyaikh dan terus mempelajari ilmu yang diajarkan di pesantren.

"Terutama untuk para santri sekalian, belajarlah, ambillah pelajaran yang ditinggalkan oleh Hadratussyaikh. Belajar di pondok untuk memahami ilmu-ilmu yang diajarkan di pondok, yang terutama adalah yang diwariskan oleh Hadratussyaikh," pesan Gus Kikin.

Gus Kikin menegaskan bahwa warisan keilmuan KH Hasyim Asy'ari memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah Muhammad SAW.

"Karena ilmu-ilmu beliau itu tersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah Muhammad," imbuhnya.

 

Gus Irfan: Ada Dua Amanah KH Hasyim Asy'ari

Gus Irfan yang mendampingi Gus Kikin dalam ziarah menyebut kunjungan tersebut sebagai ziarah pertama Gus Kikin setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.

Menurut Gus Irfan, KH Hasyim Asy'ari telah meninggalkan dua amanah besar bagi generasi setelahnya. Kedua amanah tersebut adalah Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama.

"Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari sudah diketahui, sudah diakui keulamaannya, sudah diakui juga perjuangan-perjuangannya di Indonesia. Beliau memberikan amanah kepada kita semua dua hal, pertama, tentu Pesantren Tebuireng; yang kedua adalah Nahdlatul Ulama," kata Gus Irfan.

Gus Irfan mengatakan keluarga besar atau dzuriah KH Hasyim Asy'ari hingga kini masih menjalankan amanah untuk mengelola Pesantren Tebuireng.

"Pesantren Tebuireng alhamdulillah sampai ini, sampai hari ini masih dipegang amanahnya oleh keluarga besar beliau, dzuriah beliau," ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dengan kembalinya kepemimpinan organisasi tersebut kepada dzuriah KH Hasyim Asy'ari.

"Nahdlatul Ulama sudah cukup lama dipegang bukan dzuriah beliau, tetapi alhamdulillah pagi ini kembali diserahkan kepada dzuriah beliau," kata Gus Irfan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam ziarah Gus Kikin setelah terpilih memimpin PBNU. Gus Irfan menempatkan kepemimpinan Gus Kikin dalam konteks kesinambungan amanah yang sebelumnya diwariskan KH Hasyim Asy'ari kepada generasi penerusnya.