Saksi Kasus Korupsi Rendra Sebut Peran Eryk Armando Talla

M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 28 Maret 2019 - 19:24

JATIMNET.COM, Surabaya - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menggelar sidang lanjutan terdakwa Rendra Kresna, Kamis 28 Maret 2019. Bupati Malang non aktif ini terjerat kasus suap lelang proyek di Dinas Pendidikan senilai dengan Rp 3,026 miliar.

Sidang mengangendakan pemeriksaan lima orang saksi antara lain Ketua LPSE Kabupaten Malang Tahun 2008-2014 Hery Tanjung, Ketua Panitia Lelang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tahun 2011-2012 Kusnul Farid, pengusaha Iwan Kurniawan, pemilik CV Kartika Fajar Utama Choiriah serta kontraktor Bagus Trisakti.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, para saksi ini menyebutkan peran aktif Eryk Armando Talla yang diduga menguasai lelang semua proyek di Kabupaten Malang.    

BACA JUGA: Ini Jawaban Rendra Kresna Pasca Penggeledahan KPK

Hery Tanjung mengaku dalam setiap rapat dirinya selalu diminta untuk mengamankan lelang yang diikuti oleh Eryk Armando Talla dengan cara menyewa hacker dari luar. "Selama ini memang saya diperintahkan untuk mengamankan agar lelang itu dimenangkan oleh Eryk," ucapnya.

Perintah untuk mengamankan dan memenangkan Eryk ini untuk setiap lelang pengadaan barang di Dinas Pendidikan. "Jadi saya carikan hacker itu di luar untuk mengamankan posisinya Eryk," beber Hery Tanjung.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Basir sedianya akan menghadirkan satu orang saksi. Namun ketua majelis hakim Agus Hamzah mengagendakan pemeriksaan saksi tersebut pada sidang Kamis, 4 April 2019 pekan depan.

BACA JUGA: Penyuap Rendra Kresna Divonis Tiga Tahun

Usai sidang, Abdul Basir mengatakan Eryk Armando Talla memang memiliki peran aktif dalam kasus ini karena hubungannya yang sangat dekat dengan terdakwa Rendra Kresna. "Memang keduanya sudah kenal jadi ini yang nantinya akan kami dalami," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain menjerat Rendra Kresna sebagai tersangka, kasus suap ini juga menjerat Ali Murtopo dan Eryk Armando Talla sebagai tersangka. Ali Murtopo yang merupakan tim sukses pemenangan Rendra dalam pilbub telah menjalani sidang dan divonis tiga tahun penjara.

Dalam kasus ini, Ali Murtopo berperan sebagai orang yang menghimpun dana dari sejumlah pengusaha untuk pemenangan Rendra. Terdakwa yang saat itu menjadi inkumben berjanji akan mengembalikan uang melalui proyek yang diatur belakangan.

BACA JUGA: KPK Periksa 17 Saksi, Kasus Bupati Malang Rendra Kresna

Ali bersama dengan para pengusaha yang tergabung dalam tim sukses, lantas melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha sepakat menyumbangkan dana dengan jumlah yang bervariasi.

Setelah tercapai kesepakatan, terkumpulah uang senilai Rp 11 miliar dari pengusaha Iwan Kurniawan, Direktur PT Anugrah Citra Abadi, dan Rp 20 miliar dari patungan para pengusaha lain. Hingga akhirnya, pada Oktober 2010 Rendra terpilih dan dilantik menjadi Bupati Malang.

Beberapa hari setelah dilantik, Bupati Rendra menepati janjinya. Ia pun mengumpulkan kabag lelang dan kepala dinas lainnya. Ia memerintahkan agar proyek lelang disetting sedemikian rupa, sehingga dapat dimenangkan oleh tim suksesnya, termasuk Ali Murtopo.

Baca Juga

loading...