Sabtu, 27 June 2026 05:00 UTC

Ilustrasi: Ruang untuk Melangkah. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Ruang kota yang nyaman tidak hanya diukur dari lebar jalan atau banyaknya kendaraan yang melintas. Semakin banyak kota di dunia mulai menyadari bahwa kualitas sebuah kota juga ditentukan oleh pengalaman orang yang berjalan kaki di dalamnya.
Bagi pejalan kaki, kenyamanan berarti banyak hal. Trotoar yang aman, jalur yang terhubung, pohon peneduh, pencahayaan yang memadai, hingga ruang publik yang hidup menjadi bagian dari pengalaman berjalan yang menyenangkan.
Di Indonesia, pembahasan mengenai kota ramah pejalan kaki semakin sering muncul. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas hidup perkotaan yang lebih sehat, efisien, dan manusiawi.
Kota Modern Mulai Kembali Berpihak pada Pejalan Kaki
Selama beberapa dekade, banyak kota berkembang lebih fokus pada kendaraan bermotor dibanding kebutuhan pejalan kaki.
Akibatnya, aktivitas berjalan sering dianggap tidak praktis meskipun jarak tujuan sebenarnya relatif dekat. Kondisi ini terjadi di banyak negara, termasuk kawasan Asia yang mengalami pertumbuhan urbanisasi sangat cepat.
Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang mendukung aktivitas berjalan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. WHO bahkan menyebut berjalan kaki sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik paling mudah dan paling inklusif untuk seluruh kelompok usia.
Ketika kota menyediakan ruang yang nyaman untuk berjalan, masyarakat cenderung lebih aktif bergerak tanpa harus mengalokasikan waktu khusus untuk berolahraga.
Trotoar yang Baik Memberikan Dampak Lebih Luas
Banyak orang menganggap trotoar hanya berfungsi sebagai jalur perpindahan dari satu titik ke titik lain. Padahal dampaknya jauh lebih besar.
Lingkungan yang ramah pejalan kaki membantu meningkatkan aktivitas fisik harian masyarakat. WHO mencatat bahwa sekitar 31 persen orang dewasa di dunia atau sekitar 1,8 miliar orang belum memenuhi tingkat aktivitas fisik yang direkomendasikan. Jika tren ini berlanjut, angka tersebut diperkirakan dapat meningkat menjadi 35 persen pada tahun 2030.
Dalam konteks perkotaan, trotoar yang nyaman memberi kesempatan kepada masyarakat untuk lebih banyak bergerak dalam aktivitas sehari-hari tanpa merasa sedang berolahraga.
Selain manfaat kesehatan, ruang pedestrian yang baik juga berkontribusi terhadap interaksi sosial. Orang lebih mudah bertemu, berkomunikasi, dan menikmati lingkungan sekitar ketika berjalan dibanding saat berkendara.
Karena itu, banyak ahli perencanaan kota kini melihat jalur pedestrian sebagai investasi sosial, bukan sekadar infrastruktur transportasi.
Surabaya Menunjukkan Perubahan yang Menarik
Dalam beberapa tahun terakhir, Surabaya menjadi salah satu kota yang mulai memperkuat kualitas ruang publik dan koridor pedestrian.
Revitalisasi kawasan Jalan Tunjungan, peningkatan fasilitas di sekitar Balai Pemuda, serta pengembangan taman kota menunjukkan arah pembangunan yang lebih memperhatikan pengalaman pejalan kaki.
Perubahan ini tidak hanya mempercantik kota. Kehadiran ruang yang nyaman mendorong masyarakat untuk lebih sering berjalan, menikmati kawasan kota, dan memanfaatkan ruang publik secara aktif.
Fenomena tersebut terlihat terutama pada akhir pekan ketika banyak warga memilih berjalan santai di pusat kota dibanding langsung menggunakan kendaraan untuk berpindah lokasi.
Kehidupan kota yang aktif justru sering tumbuh dari aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, duduk di ruang terbuka, atau menikmati suasana jalanan yang nyaman.
Pejalan Kaki Membantu Menghidupkan Ekonomi Lokal
Ada alasan mengapa banyak kota maju berinvestasi besar pada kawasan pedestrian. Ketika orang berjalan kaki, mereka cenderung lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Mereka lebih mudah menemukan toko kecil, kafe lokal, ruang kreatif, atau kegiatan komunitas yang mungkin terlewat saat berkendara.
Aktivitas ekonomi skala kecil sering berkembang lebih baik di kawasan yang ramai pejalan kaki karena interaksi berlangsung lebih alami.
Kawasan pedestrian yang hidup juga menciptakan rasa aman karena terdapat lebih banyak aktivitas sosial yang terjadi sepanjang hari.
Inilah sebabnya banyak kota modern tidak lagi hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas kendaraan, tetapi juga pada kualitas pengalaman manusia di ruang publik.
Masa Depan Kota yang Lebih Nyaman untuk Semua
Tantangan perkotaan ke depan tidak hanya berkaitan dengan kemacetan atau pertumbuhan penduduk. Kota juga perlu menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang hidup yang lebih sehat dan nyaman.
Menyediakan ruang yang ramah pejalan kaki merupakan salah satu langkah yang relatif sederhana tetapi berdampak besar. Ketika berjalan menjadi pilihan yang aman dan menyenangkan, masyarakat akan lebih mudah menjalani gaya hidup aktif tanpa merasa terbebani.
Pada akhirnya, ruang kota yang nyaman untuk pejalan kaki bukan hanya tentang trotoar yang lebar atau taman yang indah. Yang lebih penting adalah bagaimana kota memberikan kesempatan kepada warganya untuk bergerak, berinteraksi, dan menikmati lingkungan sekitar dengan lebih manusiawi.
