Ruang Doa di Masjid Al-Aqsa Terbakar 

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 16 April 2019 - 14:15

JATIMNET.COM, Surabaya – Kebakaran terjadi di kawasan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Senin 15 April 2019 waktu setempat. Api tersebut telah dijinakkan oleh pemadam kebakaran Islamic Waqf.

Video yang viral di media sosial menunjukkan, asap dan api membumbung dari atap ruangan doa Marwani, atau di Kandang Sulaiman, dikutip dari Newsweek, Senin 15 April 2019.

Agensi berita Palestina dan otoritas resmi negara tersebut mengutip seorang penjaga pada Senin 15 April 2019, jika “api berasal dari ruang penjagaan di luar Kamar Doa Marwani, dan pasukan pemadam kebakaran Islamic Waqf, telah memadamkan api dengan sukses.

Masjid Al-Aqsa dikenal sebagai lokasi sakral ketiga bagi umat Islam, dan berperan penting dalam konflik Arab-Israel.

BACA JUGA: Ditegur PBB Atas Penerapan Hukum Syariat, Ini Respon Brunei

Ruang doa Marwani berlokasi di bagian Selatan dari Kuil Gunung, yang dikenal dengan nama Haram-al-Sharif oleh muslim. Kawasan itu melindungi Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa.

Sheikh Azzam al-Khatib,Ditektur Umum Yerusalem Waqf dan Departemen Urusan Masjid Al-Aqsa, mengatakan kepada TV Yordania, Al-Mamlaka, jika api muncul dari halaman belakang, dan informasi awal menyebutkan jika api disebabkan dari upaya pengrusakan yang dilakukan anak-anak di sekitar wilayah itu.

طواقم الإطفاء تخمد حريقاً اندلع على سطح المصلى المرواني في المسجد الأقصى. pic.twitter.com/CVx8X7nx4N

— المركز الفلسطيني للإعلام (@PalinfoAr) 15 April 2019

Kawasan secara keseluruhan berlokasi di bagian Kota Tua, Timur Yerusalem, yang sebelumnya dikuasai oleh Yordania selama konflik Arab-Israel di tahun 1948, yang kemudian diikuti berdirinya negara Israel, serta aneksasi Israel selama Perang Dunia II di tahun 1967.

Israel merebut seluruh kota di tahun 1980 dalam sebuah gerakan yang tidak diakui oleh sebagian besar dunia internasional, meskipun kerajaan Yordania menjamin kedaulatan di atas wilayah suci umat Islam itu.

BACA JUGA: Netanyahu Klaim Menangkan Pemilu Israel

Dalam sebuah gerakan yang kontroversial, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui seluruh wilayah Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017, mengabaikan klaim  Palestina atas kota tersebut dan mengecewakan beragam konsensus internasional.

Baca Juga

loading...