Robot Bikinan Mahasiswa Untag Surabaya Juara Kontes Robot Indonesia

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 23 Mei 2019 - 22:18

JATIMNET.COM, Surabaya - Mahasiswa Fakultas Vokasi Program Studi Manufaktur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menciptakan inovasi robot Mongolia. Politag Pro, nama robot itu, meraih juara pertama Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) di Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Regional IV.

"Robot ini menggambarkan Sang Urtu Agung, yang menyebarkan pengetahuan," kata Dosen Pembimbing Dimas Aditya Putra Wardhana saat diwawancarai di Graha Wiyata Lt. 1 Untag Surabaya, Rabu 22 Mei 2019.

Dalam kompetisi ini, setiap peserta harus membuat dua robot. Salah satu robot berbentuk seperti kuda dan bisa berjalan otomatis. Sedangkan satu robot yang lain bisa bergerak otomatis maupun manual.

BACA JUGA: Robotnya Bisa Menari Jaipong, Unesa Raih Juara II

"Robot kami memiliki keunggulan yakni pada robot yang seperti kuda memiliki kaki. Sedangkan tim lainnya memakai diesel seperti kereta api," kata dia.

Setelah menjuarai tingkat Regional IV, tim Politag Pro akan bersaing di tingkat nasional melawan tim dari regional lain untuk meraih tiket berlaga ke kompetisi tingkat internasional.

Kompetisi ABU Robocon tingkat Internasional tahun ini akan digelar di Mongolia. "Jadi setelah ini, kami masih akan bersaing di tingkat nasional agar bisa mewakili Indonesia ke Mongolia," katanya.

Ketua Tim Politag Pro, Astra Nico Prasetyo (19) mengatakan membuat desain Politag Pro bukan pekerjaan mudah. Ia mengaku kesulitan membuat desain robot ini. Dia sudah melakukan tiga kali perubahan dari sisi keseimbangan dan kecepatan.

Politag Pro menggunakan sensor program otomatis. Dalam pertandingan nanti, robot akan melewati zona-zona berupa jalan zig zag, jalan berundak, sungai, gunung dan jembatan.

Mahasiswa semester empat Diploma Tiga Teknik Manufaktur ini mengatakan, robot rancangannya ini sudah menjalani uji coba. Robot ini mampu mengangkat sebuah alat "gerege" saat berada di puncak gunungan dengan waktu 20 sampai 25 detik. "Ada yang 17 detik, ada yang di atas 25 detik selesai. Kami menargetkan 20 detik selesai," ujarnya.

BACA JUGA: Kontes Rancang Robot Mitigasi Bencana di UWK Surabaya

Astra mengatakan, meskipun bukan yang tercepat, Politag Pro hampir tidak mengalami error maupun macet ketika kompetisi berlangsung. Selain itu, keseimbangannya pun sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh panitia.

Ia bangga Tim politag pro berhasil mememangkan kompetisi tingkat regional ini. Apalagi terdapat saingan berat, yakni dari ITS Surabaya dan PENS Surabaya.

"Saya sangat senang dan bangga bisa juara. Saingan kami berat-berat, seperti ITS dan juga PENS. Kami tidak puas hanya di sini, kami akan memperbaiki robot ini, mulai dari desain sampai kecepatannya untuk maju ke Internasional," pungkasnya.

Baca Juga

loading...