Senin, 26 January 2026 08:30 UTC

no image available
JATIMNET.COM, Jember – Kepolisian memastikan telah mengamankan terduga pelaku carok yang menewaskan seorang pria di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Peristiwa berdarah yang melibatkan dua orang bersaudara itu kini masih dalam tahap penyelidikan dan gelar perkara.
Kasatreskrim Polres Jember AKP Angga Riatma melalui KBO Reskrim Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, pihaknya tengah mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan unsur pidana serta motif yang melatarbelakangi perkelahian tersebut. Gelar perkara akan segera dilakukan untuk menaikkan penanganan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.
“Untuk kejadian itu masih kami lakukan gelar perkara bersama Kapolsek Kalisat dan anggota. Pelaku sudah kami amankan,” ujar Iptu Dwi Sugiyanto pada Senin siang, 26 Januari 2026.
Ia menambahkan, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian serta mendalami hubungan korban dan pelaku, termasuk latar belakang konflik yang memicu peristiwa carok tersebut.
Peristiwa carok itu terjadi pada Senin pagi, 26 Januari 2026 sekitar pukul 05.00 WIB di Dusun Krajan II, Desa Glagahwero. Korban diketahui bernama Sumarsono (52), warga setempat, yang meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat senjata tajam.
Sementara terduga pelaku berinisial BD (67), yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, kini diamankan di Polsek Kalisat untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
BACA: Carok Antarsaudara di Jember Berujung Nyawa Melayang, Diduga Dipicu Lahan Warisan
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, konflik dipicu persoalan sengketa lahan warisan keluarga serta akses jalan menuju rumah pelaku. Perselisihan tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan bahkan sempat dimediasi oleh pemerintah desa.
Salah seorang tetangga korban berinisial CT (36) mengungkapkan bahwa konflik tersebut sebenarnya sudah dibahas dalam mediasi desa beberapa hari sebelum kejadian.
“Katanya sih soal sengketa tanah. Bahkan kabarnya, Sabtu kemarin itu sudah dimediasi di kantor desa sama pak kades, sudah damai-damai katanya. Tapi kok ada masalah lagi,” ujar CT.
CT juga menyebutkan bahwa korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal berdekatan.
“Padahal mereka itu masih saudara. Rumahnya juga berdekatan, masih tetanggaan,” katanya.
Dari keterangan warga, peristiwa bermula saat korban sedang menyapu halaman rumahnya. Pelaku kemudian datang membawa senjata tajam dan langsung melakukan pembacokan.
“Katanya kena ke tangan dan punggungnya. Karena sempat menangkis, lalu korban lari berusaha kabur,” tutur CT.
Dalam kondisi terluka, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumah Ketua RW untuk meminta pertolongan. Namun pelaku terus mengejar korban hingga sekitar 100 meter.
BACA: Angin Kencang Terjang Jember, Tujuh Warga Luka dan Puluhan Rumah Rusak
“Korban lari sambil minta tolong sampai akhirnya terjatuh di teras rumah warga,” lanjutnya.
Warga yang melihat kejadian tersebut segera berusaha melerai dan mengamankan pelaku. Korban kemudian dilarikan ke RSD dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang diderita.
Pihak kepolisian memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.
“Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan berjalan,” pungkas Iptu Dwi Sugiyanto.
